Mobil Wakapolres Tabrak Bentor, Dua Orang Meninggal


MALANG - Wakapolres Malang Kota, Kompol Nandu Dyanata, mengalami kecelakaan. Mobil Toyota Fortuner N 1251 BX yang membawa dirinya, menabrak becak montor (Bentor) di Jalan Raya Jatiguwi, Kecamatan Sumberpucung. Dua orang meninggal dunia di lokasi kejadian dengan luka serius di kepala.
Kedua korban tersebut adalah pengemudi Bentor, Dwi Cahyono, 25, warga Dusun Mbodo, Desa Ngebruk, Sumberpucung. Dan seorang penumpangnya, Timah, 60, warga Desa Jatiguwi, Sumberpucung.
"Kedua korban meninggal dunia di TKP. Untuk prosesnya masih penyelidikan dan pemeriksaan saksi-saksi," ujar Kasatlantas Polres Malang, AKP M Probandono Bobby Danuardi.
Ada dua versi terkait pengemudi mobil Toyota Fortuner. Saksi warga mengatakan, mobil dikemudikan sendiri oleh Kompol Nandu Dyanata. Namun versi polisi, mobil tersebut dikemudikan oleh drivernya, yakni Dedik Kurniawan, 25, warga Jalan Jaksa Agung Suprapto Dalam, Kota Malang.
"Yang mengemudikan mobil drivernya. Beliau (Wakapolres Malang Kota, red) penumpang dan sedang tidur saat kejadian," tutur Bobby.
Peristiwa kecelakaan, terjadi pukul 04.30. Tepatnya di KM 116 - 117 Surabaya - Blitar. Bermula dari mobil Toyota Fortuner milik Nandu Dyanata, melaju dari barat ke timur dengan kecepatan sedang.
Ketika melintas di lokasi, mobil berusaha mendahului mobil yang melaju searah. Bersamaan dengan itu, dari arah berlawanan ada mobil. Karena kaget, mobil Toyota Fortuner oleng ke kanan. Saat itulah, mobil langsung menabrak tiang listrik kemudian menabrak Bentor dan baru berhenti setelah menabrak gapura Jalan Krajan, Sumberpucung, tepatnya depan makam umum Desa Jatiguwi.
Pengendara Bentor dan penumpangnya, langsung terpental. Mereka mengalami luka cukup parah di bagian kepala, hingga meninggal di lokasi kejadian. Kedua korban sempat dibawa ke IGD RSUD Kanjuruhan, Kepanjen.
Ketika dibawa ke rumah sakit milik Pemerintah Daerah Kabupaten Malang ini, banyak polisi yang berjaga. Bahkan di pintu masuk IGD dijaga petugas provost. Tak seorang pun yang tidak berkepentingan boleh masuk.
Semua polisi, tidak mau memberikan keterangan apapun. Semuanya tutup mulut. Baru setelah dipastikan meninggal dunia, kedua jenazah korban dibawa ke kamar mayat RSSA Malang dengan menggunakan dua mobil ambulans, untuk keperluan visum.
Setelah proses visum selesai, kedua jenazah langsung dibawa pulang ke rumah duka masing-masing. Pukul 11.35, jenazah Mbok Timah, penumpang Bentor dimakamkan di pemakaman umum Desa Jatiguwi. Tampak banyak perwira polisi dari Polres Malang Kota yang hadir di pemakaman. Namun tak satupun dari mereka yang bersedia dikonfirmasi perihal kecelakaan tersebut. Seluruh polisi ikut mengantarkan jenazah Mbok Timah sampai liang lahat.
"Kejadiannya saat Subuh. Kondisi jalan saat itu masih sepi. Lokasinya ikut Jalan Raya Dusun Krajan, Desa Sumberpucung," terang Mulyono, salah satu warga yang juga tetangga Mbok Timah.
Dari keterangan warga, Mbok Timah adalah penjual lontong di Pasar Sumberpucung. Setiap pagi ketika Subuh, Mbok Timah selalu pergi ke pasar dengan menaiki Bentor milik Dwi Cahyono, anak Pak Mislan. Begitu juga dengan korban berniat untuk jualan lontong.
"Sudah lama Mbok Timah berjualan lontong. Setiap pergi ke pasar, memang menggunakan Bentor yang sudah menjadi langganan. Saat menuju ke pasar itulah, Bentor yang ditumpanginya ditabrak," jelas warga lainnya.
Sementara itu, Wakapolres Malang Kota Kompol Nandu Dyanata, masih belum bisa dikonfirmasi. Beberapa kali nomor ponselnya dihubungi tidak ada jawaban, meski terdengar nada sambung. Termasuk ketika dikonfirmasi melalui pesan WhatsApp tidak ada respon.(agp/han)

Berita Lainnya :

loading...