Kecelakaan Backhoe, Polisi Uji Forensik Truk


BATU - Pasca kecelakaan tractor head truck Nissan bermuatan backhoe di Jl Soekarno, Kelurahan Dadaprejo, Kecamatan Junrejo, Kota Batu, penyidik Polres Batu melakukan pemeriksaan lanjutan terhadap pengemudi truk Imam Syafii, 55, warga Dusun Kesambi, Kecamatan Ringinrejo, Kediri serta operator backhoe Kusmianto, 47, warga Desa Bandungrojo, Kecamatan Ngawen, Kabupaten Blora, Jawa Tengah.
Tak hanya itu, polisi juga mempersiapkan pengujian forensik truk. “Kita lakukan pemeriksaan saksi-saksi, termasuk melakukan pemeriksaan forensik kendaraan bersama tim,” ujar Kapolres Batu, AKBP Budi Hermanto,(27/12).
Beberapa sumber di Polres Batu menjelaskan, polisi saat ini sedang mendalami apakah truk tersebut benar-benar dalam keadaan rem blong. Juga, apakah backhoe tersebut dalam kondisi terikat di doli (gandengan head truck) ataukah tidak. Polisi masih mencari beberapa barang bukti yang bisa menggambarkan kondisi backhoe dan doli saat peristiwa berlangsung.
Polisi ingin mencari tahu, backhoe tersebut ditali dengan menggunakan apa, sehingga bisa terlempar dari doli saat truk mengalami rem blong. Sementara itu, backhoe baru berhasil dievakuasi pada Rabu (27/12) dini hari dengan menggunakan dua crane yang didatangkan oleh PT Hacaca Setya Abadi, pemilik trailer yang mengalami kecelakaan di Kelurahan Dadaprejo.
Dengan menggunakan crane ini, backhoe ini kembali diangkat ke sebuah trailer lain kemudian dibawa ke Jatim Park 3. Pemindahan backhoe dari TKP ke JTP 3 ini baru tuntas sekitar pukul 05.00.
Sementara itu, istri dan anak Imam Syafii masih dalam penanganan Tagana Kota Batu. Mereka menginap di mess pegawai Jatim Park 3 sambil menunggu proses pemeriksaan terhadap Syafii.
 “Kondisi mereka sehat, sudah terlihat ceria, kalau pagi kita pertemukan dengan ayahnya, nanti sore, kita jemput ke mess lagi, sampai proses pemeriksaan terhadap ayahnya selesai,” ujar Simon Purwoali dari Tagana Kota Batu.
Terlihat kondisi Sri Utami, 32, istri Imam Syafii tidak sepenuhnya sehat. Ia terlihat berjalan pincang, karena kaki kirinya sakit. Begitu juga dengan Irfan Sugiarto, anak sulung pasangan ini, ia berjalan kaki dengan engklek¸ karena kakinya terasa sakit saat berdiri dan berjalan.
  “Sudah diperiksakan ke dokter kemarin oleh pak polisi, Alhamdulillah tidak ada yang patah, mungkin ada yang keseleo, mangkanya saya pijat biar sakitnya sedikit reda,” ujar Imam. Di sela-sela menunggu pemeriksaan, Imam mengajak anak-anak dan istrinya ngobrol dan bergurau. Ia berharap pemeriksaan dirinya bisa segera selesai, hingga ia bisa segera pulang dan bekerja lagi, karena kebutuhan hidup anak-anaknya bergantung padanya. Kepada Malang Post, Imam Syafii menuturkan ia berangkat mengambil backhoe itu atas perintah atasannya.
Dulu yang mengantarkan backhoe tersebut dari Surabaya ke Jatim Park 3, juga Imam Syafii. “Honor saya membawa backhoe itu sebesar Rp 100 ribu, pembayarannya dikumpulkan setiap bulan,” ujar Syafii.
Karena kebetulan mendapatkan tugas ini, Syafii sekalian mengajak istri dan anak-anaknya. Ia berharap bisa mengajak anak-anaknya melihat dunia luar, meski mereka hanya bisa menikmati perjalanan malam. “Pekerjaan ayahnya sopir, ya kalau saat seperti ini saya ajak jalan-jalan,” ujarnya.
Ia sama sekali tidak pernah menyangka kalau perjalanannya tersebut akhirnya membawa musibah. Syafii menegaskan bahwa backhoe tersebut sudah dirantai pada dua sisi. “Kita ikat kuat dengan rantai besi, kita juga memastikan kalau ikatan tersebut sangat kuat,” paparnya. (dan/han) 

Berita Lainnya :