Aneh! Tabrakan Kompol Nandu Tanpa Saksi

 
MALANG - Entah karena yang terlibat tabrakan adalah perwira polisi ataukah memang minim saksi, unit Laka Lantas Polres Malang nyatanya belum menentukan siapa yang bersalah dalam kecelakaan maut yang menewaskan dua orang di Jalan Raya Jatiguwi, Sumberpucung. Hingga Kamis (28/12), mereka mengatakan masih melakukan penyelidikan dan mencari saksi-saksi yang dianggap mengetahui kecelakaan yang terjadi Rabu (27/12) pagi itu, antara mobil Toyota Fortuner yang ditumpangi Wakapolres Malang Kota (Makota), Kompol Nandu Dyanata dengan bentor yang dikemudikan Dwi Cahyono.
Seperti diberitakan sebelumnya, Wakapolres Makota, Kompol Nandu Dyanata mengalami kecelakaan. Mobil Toyota Fortuner, N 1251 BX menabrak becak montor (bentor) di Jalan Raya Jatiguwi, Sumberpucung. Mobil itu dikatakan disopiri Dedik Kurniawan, 25, warga Jalan Jaksa Agung Suprapto Dalam, Kota Malang
Dua orang meninggal dunia di lokasi kejadian dengan luka serius di kepala. Kedua korban adalah pengemudi Bentor, Dwi Cahyono, 25, warga Dusun Mbodo, Desa Ngebruk, Sumberpucung. Dan seorang penumpangnya, Timah, 60, warga Desa Jatiguwi, Sumberpucung. 
“Kami masih memeriksa drivernya (Dedik Kurniawan),” kata Kasatlantas Polres Malang, AKP M Probandono Bobby Danuardi.
Ia mengaku pihaknya kembali melakukan olah TKP ulang. Termasuk mencari saksi mata di sekitar lokasi kejadian. Sebab diakuinya, masih belum ada saksi yang bisa dimintai keterangan.
“Kanitlaka bersama penyidik masih olah TKP ulang, sekaligus mencari saksi. Pasca kejadian, masih belum ada saksi,” tuturnya.
Sebab itu, ia berdalih tidak bisa menetapkan Dedik Kurniawan sebagai tersangka.
“Penetapan tersangka harus berdasarkan hasil olah TKP dan pemeriksaan saksi-saksi,” dalihnya.
Bobby kembali menegaskan, masih menunggu hasil pemeriksaan saksi dan olah TKP untuk menjadikan seseorang menjadi tersangka.
“Tunggu hasil olah TKP dan pemeriksaan saksi. Kan ada asas praduga tak bersalah. Kami tidak boleh menjustifikasi karena ada prosesnya,” paparnya berulang-ulang.
Dari keterangan polisi, mobil tersebut dikemudikan oleh drivernya, yakni Dedik Kurniawan, Kompol Nandu Dyanata, sebagai penumpang dan sedang tidur. Namun, penelusuran Malang Post, beberapa warga mengatakan mobil itu dikemudikan oleh Kompol Nandu sendiri. Bukan Dedik Kurniawan.
Di bagian lain, Kapolres Malang AKBP Yade Setiawan Ujung berusaha meredam kasus tabrakan ini dengan menyatakan kecelakaan yang dialami ‘yuniornya’ ini sudah diselesaikan secara kekeluargaan. Artinya, kata dia, sudah tidak ada masalah lagi antara kedua belah pihak.
“Kalau memang sudah diselesaikan secara kekeluargaan, kenapa tidak. Namun saat ini, status drivernya masih sebagai saksi dan proses penyelidikan masih berjalan,” ungkap Ujung, sapaan akrabnya.
“Akan kami kroscek lagi karena pihak keluarga sudah menerima dan tidak menyelesaikan secara hukum,” tuturnya.
Perwira menengah dengan pangkat dua melati ini, mengatakan bahwa Dedik dan Kompol Nandu juga sudah dites urine. Namun hasilnya negatif dari narkoba.
“Sudah menjadi prosedur bagi kami untuk melakukan tes urine,” tutupnya. (agp/mar)

Berita Terkait

Berita Lainnya :