Sadis! Remaja 18 Tahun Gorok Teman Sendiri


MALANG - Jum'at Siang (29/12), Sulis alias Mentek, 48, kaget bukan kepalang. Pandangan matanya melihat kejadian yang membuat bulu kuduknya berdiri. Pria berusia 48 tahun itu, menyaksikan gadis remaja sedang jongkok dan menggorok leher gadis yang ada di dekatnya.
Spontan, laki-laki yang tinggal di Dusun Ngliyep, Desa Kedungsalam, Donomulyo itu berteriak. “Heiii...!” seraya kakinya lari mendekat. Namun belum sampai, pencari rumput itu melihat gadis remaja yang membawa pisau melesat pergi, naik sepeda motor.
“Saya lalu mendekati korban. Ternyata tubuhnya penuh luka tusuk dan lehernya sedikit menganga,” tuturnya kepada anggota Polsek Donomulyo yang datang ke lokasi kejadian di Pantai Wisata Ngliyep, petak 111 C Desa Kedungsalam, Donomulyo.     
“Dia sempat menyebutkan nama Nadia Kaliasri sebagai pelakunya,” katanya lagi. Spontan, ia meninggalkan korban yang diketahui bernama Fenna Selinda Rismawati, 16, warga Dusun/Desa Mentaraman RT06 RW01 Donomulyo untuk mencari pertolongan.
Tiba di perkampungan tempat tinggalnya, ia melihat Nadia Fegi Madona, 18, warga Dusun Umbulsari, Desa Kaliasri, Kalipare sudah diamankan tetangganya karena ngebut saat hendak melewati beberapa orang yang bertakziah. “Ada orang ditusuk,” teriak Sulis kepada warga lainnya.
“Kami curiga karena ia membawa pisau dan tangannya berdarah. Katanya hendak mencari markisa. Tapi kami semua tidak percaya. Takziah akhirnya bubar dan melaporkan hal ini ke polisi,” ungkap Samsuri, warga sekitar.  
Saat warga heboh ini, Nadia berhasil kabur. Kapolsek Donomulyo, AKP Sardikan mengaku pihaknya langsung melakukan pelacakan keberadaan Nadia itu. Ia juga melakukan kerjasama dengan Satreskrim Polres Malang untuk memburu gadis ini.  
“Untuk memastikan bahwa pelakunya adalah Nadia, kami juga tanya ke korban yang sudah dibawa ke Puskesmas Donomulyo. Di sana, kami mendapat informasi dari perawat bila korban ini berulangkali menyebut nama Nadia,” terangnya.
Anggota reskrim pun memburu Nadia ke rumahnya di Dusun Umbulasri, Desa Kaliasri, Kalipare. “Di sana, dia tidak ada. Tapi berhasil kita ketahui, kalau dia bersembunyi di rumah pacarnya. Ia mengaku dan kami amankan ke polsek,” ungkap perwira ini.
Dijelaskan Sardikan, pihaknya masih melakukan pemeriksaan intensif sebelum menyerahkan kasus ini ke Satreskrim Polres Malang. “Kondisi tangan tersangka juga sempat terluka. Kami juga juga temukan uang Rp 2.000 dengan noda darah,” tutupnya.
Kabar pembunuhan ini sendiri,  langsung menyebar di daerah Donomulyo.  Banyak warga yang mengaku ngeri dengan perbuatan Nadia dalam melakukan pembunuhan. Salah satunya, Saiful Huda, 34, tetangga Fenna.
“Pelakunya memang terkenal suka mencuri di Donomulyo. Biasanya juga sering pesan banyak makanan, lalu ditinggal. Kalau ke konter, tahu-tahu ambil hape lalu kabur. Pelaku sudah terkenal nakal,” ucapnya kepada Malang Post. (eri/mar)

Berita Lainnya :

loading...