Kapolres: Kami Tidak akan Menutup-nutupi

 
MALANG - Wakapolres Makota Kompol Nandu Dyanata, mengalami trauma setelah kejadian kecelakaan yang menimpa dirinya. Kepada para rekan sejawatnya di Polres Makota, Nandu menceritakan bahwa kejadian itu membuatnya trauma dan syok. Kapolres Makota, AKBP Asfuri SIK MH menyebut wakilnya tersebut diberi waktu untuk istirahat dan rehat dari tugas harian.
"Alhamdulillah kondisinya baik. Tapi saya suruh istirahat dulu," kata Asfuri kepada wartawan dikonfirmasi. 
Dari informasi yang dihimpun dari internal kepolisian, Nandu yang membopong dan membantu korban laka paska kecelakaan. Dia juga yang langsung menghubungi Unit Laka Polres Malang. Nandu sendiri mengalami tekanan batin setelah mengalami situasi ini.
"Pak Waka menangis sambil membopong korban. Setelah menemui dan meminta maaf kepada keluarga korban, pak Waka masih trauma, dan meminta maaf kepada seluruh anggota polisi apabila dia ada salah," ujar salah satu anggota Polres Makota kepada Malang Post. 
Nandu dikabarkan juga sedang istirahat total di rumah bersama keluarganya. Sementara itu Kasubbag Humas Polres Makota Ipda Ni Made Seruni Marhaeni menyebut bahwa Nandu akan bertugas kembali setelah trauma dari kejadian ini berakhir. 
"Pak Waka masih istirahat di rumah saat saya telepon, dan ada instruksi dari pak Kapolres untuk istirahat dahulu," jelas Heni, sapaan akrabnya kepada Malang Post yang saat dikonfirmasi masih berada di kereta api menuju Malang.
Terkait Dedik Kurniawan, Heni menyebut bahwa sopir Wakapolres Makota masih berada di Unit Laka Polres Malang untuk menjalani pemeriksaan. Tentang adanya kemungkinan human error dari sopir yang menyebabkan kematian, Heni menyebut proses penyidikan yang akan membuktikannya.
"Untuk bantuan hukum pendampingan kepada sopir pak Waka masih dikoordinasikan. Kami sendiri masih menunggu instruksi Kapolres," tutupnya.
Sementara itu istri korban pengemudi bentor Dwi Cahyono, Ayu Candra Asih, 25 tahun, mengaku jika dari pihak kepolisian telah datang untuk meminta maaf atas musibah yang terjadi pada suaminya.
“Pihak kepolisian telah datang dan meminta maaf atas musibah yang terjadi kepada kami sekeluarga dengan datang dua kali,” ujar Ayu kepada Malang Post Jumat (29/12).
Pihaknya juga menjelaskan jika telah diberikan ganti rugi atas peristiwa naas tersebut dan telah mengikhlaskan musibah yang terjadi. 
“Kami telah mengikhlaskan musibah yang menimpa suami saya. Selain itu kami juga tidak menuntut apa-apa atas peristiwa yang nahas Rabu lalu,” terangnya.
Ayu kini hidup bersama orangtuanya dan satu anaknya bernama Zahira Nacha Aga, 5 tahun, mengaku sebelumnya tidak ada firasat buruk. Pasalnya, setiap harinya, Dwi Cahyono berangkat untuk bekerja sekitar pukul 04.00 WIB dan menjadi langganan mengantar Alm Ibu Timah ke Pasar Sumberpucung.
Hal senada juga diungkapkan Suyatno, 60 tahun  yang merupakan adikalmarhuma  Timah. Semua keluarga terutama keempat anaknya telah menerima dengan ikhlas musibah yang terjadi. Selain itu diungkapkan, pihak keluarga juga telah dikunjungi oleh pihak kepolisian dan memberi bantuan. 
“Semua keluarga telah menerima musibah yang menimpa kakak saya, almarhuma Timah. Selain itu pengemudi mobil bersama istrinya juga ke rumah untuk meminta maaf sambil menangis,” beber Suyatno.
Sementara itu, Kapolres Malang, AKBP Yade Setiawan Ujung, SH, SIK, MSi megatakan jika saat ini Unit Lantas Polres Malang masih dalam proses penyelidikan. Ia juga akan menjalankan proses penyelidikan dengan professional. Saat ini, pihaknya juga masih melakukan pemeriksaan.
“Kita masih dalam proses pemeriksaan saksi-saksi. Kita juga tidak akan menutup-nutupi musibah ini. Selain itu kedua belah pihak juga telah ada kesepakan damai,” terang Ujung kemarin. 
Ia juga menambahkan untuk dalam peristiwa ini pihaknya tidak bisa langsung menahan pengemudi, karena masih melihat pengembangan penyelidikan. Selain itu untuk menahan seseorang juga membutuhkan proses. (eri/fin/jon/mar)

Berita Lainnya :

loading...