Pembunuhan Ngliyep Gemparkan Medsos


 
MALANG - Penganiayaan yang berunjung tewasnya korban Fena Selinda Rismawati di area Pantai Ngliyep, menggemparkan jagat dunia maya. Informasi tersebut dishare di Grup Facebook Informasi Malang Raya (IMR). 
Beberapa akun Facebook menanggapi serta mengupdate perkembangan dari tindakan penganiayaan tersebut. Salah satu akun Facebook yang memposting kejadian yang berujung maut itu bernama Fariez Ar-ra'du. 
Dalam status akunya dia menulis: “Update berita kasus percobaan pembunuhan di hutan pintu loket ngliyep Korban atas nama Fenna Malinda, 16 thn, warga Desa Mentaraman, Kecamatan Donomulyo Kabupaten Malang,” tulis akun itu.
“Korban meninggal dunia dalam perjalanan ke RSUD Kanjuruhan Kepanjen. Jenazah saat ini masih berada di kamar jenazah RSUD Kanjuruhan Kepanjen dan menunggu pihak berwajib yang selanjutnya di bawa ke RSSA untuk visum,” tambah akun itu. 
Sedangkan akun lainnya bernama Pezeek Iku Fitri juga menambahi komentar tersebut.
“Hati-Hatilah lah walau punya temen akrab, tapi ada kejadian seperti ini,” tulis akun tersebut.
Sedangkan akun bernama Joe Joventus mengatakan pelaku kejahatan merupakan teman dekat korban. Pelaku tersebut bernama Nadia Fegi Madona, berasal dari Dusun Umbulsari, Desa Kaliasri, Kalipare.
“Iki loh DPO Polisi seng mbeleh koncone dewe di Donomulyo,” tulis akun tersebut sembari menayangkan foto yang diduga pelau korban. 
Sedangkan akun Facebook bernama Renaa Cill yang diduga teman korban menyatakan bela sungkawanya.
“RIP Fenna Selinda Semoga Amalmu Diterima di Sisinya,” tulisnya di dinding Facebook.
Menurut Camat Donomulyo, Marendra Henky Irawan, terduga pelaku penganiayaan yang berujung tewasnya korban Fena Selinda sudah diperiksa petugas kepolisian.
“Saya berkoordinasi dengan Kasi Trantib untuk membantu polisi mengamankan tempat tersebut,” kata dia. 
Selanjutnya, dia menginstruksikan kepada Puskesmas Donomulyo untuk mengirimkan mobil ambulance ke lokasi kejadian untuk membawa jenazah ke RSUD Kanjuruhan.
“Kalau ditemukan pertama kali, korban memang masih hidup,” kata dia. 
Dia mengatakan, pihaknya juga sudah mendatangi rumah keluarga korban.  Saat itu dia berpesan kepada keluarga korban supaya mempercayakan pegusutan peristiwa itu kepada kepolisian. (big/mar) 

Berita Lainnya :