Nadia Terancam Penjara 15 Tahun


MALANG - Nadia Fegi Madona, 18, terancam hukuman penjara selama 15 tahun lebih. Pelaku pembunuhan sadis terhadap Fenna Selinda Rismawati, 16, warga Dusun/Desa Mentaraman RT06 RW01 Donomulyo ini, bakal dijerat pasal berlapis.
Tapi tergantung penyidikan polisi yang dilakukan terhadap warga Desa Kaliasri, Kalipare tersebut apakah terbukti merencanakan aksi pembunuhan itu. “Saat ini, kami masih mendalami dulu kasusnya,” ungkap Kasatreskrim Polres Malang, AKP Azi Pratas Guspitu.
Menurut dia, untuk sementara ini Nadia dijerat dengan pasal 80 ayat 3 Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014, tentang perubahan atas Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002, tentang perlindungan anak.  “Pasal yang dijeratkan tersebut, lantaran korbannya masih anak-anak,” katanya.
Hasil pemeriksaan sementara, Nadia membunuh karena spontan dan membela diri. “Nanti lihat hasil pemeriksaan saksi-saksi,” terang Azi, sapaan perwira polisi ini.
Dalam pemeriksaan, Nadia mengatakan bila pisau yang digunakan menggorok leher Fenna, sudah ada di dalam jok sepeda motornya. Ia tidak mengakui telah membawanya dari rumah. Nadia beralasan pisau dapur tersebut milik Sukari, kakeknya karena malam sebelumnya sempat dipakai untuk mengupas bekicot.
Untuk memastikan kebenaran pengakuan tersangka ini, penyidik Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (UPPA) Polres Malang, memanggil Sukari untuk dimintai keterangan. “Kami akan periksa ulang Nadia kalau kakeknya tidak memberikan keterangan seperti itu,” jelas dia.
Sejauh ini, penyidik UPPA telah memeriksa empat saksi. Yakni, kekasih Nadia, Septa Bayu Andrian alias Rian, lalu Fitri, saudara sekaligus teman pelaku, Sukari (kakek Nadia) serta Sulis alias Mentek, warga yang menjadi saksi pertama kali menemukan tubuh korban.
Tersangka Nadia, yang dikonfirmasi mengakui telah membunuh karena membela diri dan terpancing emosi. “Saya diserang dulu, sehingga spontan memberikan perlindungan. Selain itu, juga karena saya terlanjur sakit hati,” katanya kepada penyidik.
Terpisah, Sukari yang ditemui usai menjalani pemeriksaan mengatakan, dirinya tidak tahu soal pisau tersebut. Sukari sama sekali tidak pernah menaruh pisau dalam jok sepeda motor. Bahkan, diakui kalau pisau dapur di rumahnya masih lengkap, tidak ada yang hilang. “Sebelumnya motor memang saya pakai. Namun soal pisau itu, saya sama sekali tidak tahu. Untuk apa saya menaruh pisau dalam jok sepeda motor,” tegasnya. (agp/mar/han)

Berita Lainnya :