Cipkon, Sita Alimi dan Anggur

 
MALANG - Jelang tahun baru 2018, jajaran Polsek Kedungkandang menggelar operasi cipta kondisi di pertigaan Jalan Ki Ageng Gribig-Jalan Mayjen Sungkono-Muharto. Operasi yang dihelat pada pekan terakhir di tahun 2017 ini, menjaring dua orang terduga premanisme yang membawa miras dalam kendaraan.
Kasubbag Humas Polres Makota, Ipda Ni Made Seruni Marhaeni mengatakan operasi cipta kondisi dilakukan dalam pekan terakhir tahun 2017, untuk menekan angka kriminalitas. “Operasi cipkon dilakukan sebagai langkah antisipasi represif kepolisian untuk pengamanan tahun baru,” kata Heni, sapaan akrabnya.
 Dalam operasi yang melibatkan 26 personel Polsek Kedungkandang, dipimpin Kompol Suko Wahyudi, ada sekitar 21 kendaraan roda empat dan 46 kendaraan roda dua yang diperiksa. Hasilnya, polisi menemukan ada 15 pengendara yang melanggar aturan lalu lintas sehingga harus dilakukan tilang.
Bahkan, ada 5 kendaraan roda dua yang terpaksa harus disita dan diamankan oleh petugas Polsek Kedungkandang karena tidak dilengkapi surat. “Sedangkan, 10 tilang lain adalah pelanggaran ketentuan berkendara, sehingga STNK ditahan untuk ditilang serta menjalani proses persidangan dan denda,” tegas Heni.
Selain itu, operasi tersebut menjaring dua orang warga dusun Krajan Kecamatan Tajinan yang terciduk di pinggir jalan dekat area Polsek Kedungkandang. Saat berkendara dari arah selatan ke utara, mobil pick up ini dihentikan dan diperiksa oleh petugas. Saat dirazia, polisi menemukan dua botol miras.
“Tindak premanisme dengan barang bukti dua botol anggur merah dan 1 botol alimi diamankan. Dua orang yang membawa miras tersebut, diberi pembinaan oleh petugas Polsek Kedungkandang,” tambah Heni. Dia berharap, masyarakat Kota Malang bisa melaksanakan tahun baru dengan tertib dan menghormati sesama. (fin/mar) 

Berita Terkait

Berita Lainnya :