Alfamart Bumiayu Disatroni Pencuri


 
MALANG - Gerai Alfamart di Jalan Kyai Parseh Jaya, Bumiayu disatroni gerombolan maling, dini hari kemarin. Akibatnya, puluhan bungkus rokok dan sejumlah uang hilang dari toko modern tersebut. Kasus ini ditangani oleh Satreskrim Polres Malang Kota (Makota). Kasatreskrim Polres Makota, AKP Ambuka Yudha Hardi Putra mengatakan pihaknya langsung datang ke lokasi usai menerima laporan. 
“Setelah terima laporan, petugas kita langsung mendatangi lokasi dan melakukan pengamanan TKP,” ungkapnya. 
“Saya datang ke lokasi untuk melakukan identifikasi dan olah TKP. Kita bisa menentukan modus operandi pelaku, jumlah pelaku, serta perkiraan jam kejadian,” kata Ambuka kepada wartawan di Polres Makota.
Dari keterangan yang dihimpun, Alfamart Bumiayu hanya buka hingga pukul 22.00 tiap harinya. Setelah itu, para pegawai Alfamart langsung menutup toko, memasang gembok dan kunci pengaman lalu pulang. Menurut Ambuka, kejadian dilaporkan sekitar pukul 04.00.
“Kami perkirakan, berdasarkan keterangan para saksi di lapangan, waktu terjadinya kejahatan pencurian ini adalah di atas jam 01.00,” jelas perwira dengan tiga balok emas di pundaknya itu.
Ambuka memaparkan, modus pelaku adalah membobol tembok yang ada di bagian atas toko, lalu masuk ke ruang di dalam atap. Setelah itu, pelaku membobol plafon, lalu masuk ke konter tempat kasir.
Maling lalu membersihkan sebagian besar rokok di konter, serta uang sejumlah jutaan rupiah. Ambuka menyebut nilai kerugian konter belum bisa diestimasi, namun mencapai jutaan rupiah. Dari hasil olah TKP, Ambuka meyakini pelaku lebih dari dua orang.
“Dengan estimasi waktu sependek itu, membobol tembok lalu membersihkan rokok dan uang di konter kasir, kami menduga pelaku lebih dari dua,” tambahnya. 
“Kami sudah memiliki petunjuk tentang siapa saja pelaku yang diduga terlibat dalam pencurian ini,” tegas Ambuka.
Sementara itu, Regional Corcomm Manager PT SAT, Mochammad Faruq Asrori menegaskan modus pencurian tersebut adalah modus klasik. Menurut Faruq, ulah pelaku yang tidak membongkar atau mencongkel pintu depan, adalah cara menghindari kecurigaan warga masyarakat.
“Pelaku tidak membongkar pintu depan, tapi dia naik lalu membobol dinding menuju atap, lalu dia menjebol plafon sebelum mengambil barang,” ujarnya. 
“Saya berharap kejadian ini tak terulang dan berharap Polres Makota bisa segera menangkap pelaku,” tutur Faruq.
Mantan wartawan ini pun siap membantu tugas polisi apabila membutuhkan CCTV rekaman gerai Alfamart Bumiayu. (fin/mar)
 

Berita Terkait

Berita Lainnya :

loading...