magista scarpe da calcio Rian : Bukan Masalah Asmara


Rian : Bukan Masalah Asmara


 
MALANG - Penyidik Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (UPPA) Polres Malang, kemarin memanggil Septa Bayu Andrian, 27. Pemuda asal Dusun Sumberpetung, Desa Banduarjo, Kalipare ini adalah kekasih Nadia Fegi Madona, tersangka pembunuhan terhadap Fenna Selinda Rismawati.
 Keterangannya dibutuhkan penyidik, lantaran pasca melakukan pembunuhan Nadia kabur ke rumahnya. Rian, sapaannya, datang ke Polres Malang dengan didampingi Sulistiono, ayahnya, kemarin. Lebih dari satu jam ia memberikan keterangan kepada penyidik. Pemuda kelahiran tahun 1996 ini, menegaskan bahwa motif di balik pembunuhan tersebut, sama sekali tidak ada kaitannya dengan dirinya.  “Media sosial dan berita yang beredar di masyarakat karena motif asmara. Padahal sama sekali tidak ada sangkut pautnya dengan saya,” terangnya.
Pemuda yang bekerja di sebuah bengkel mobil di Kota Malang ini menegaskan, bahwa dirinya dengan Fenna hanyalah kenal biasa. Mereka hanya sebatas teman biasa. Tidak lebih. Baik Fenna maupun dirinya, tidak pernah mengucapkan rasa cinta.
“Kami hanya teman biasa,” tegasnya.
Menurutnya, masalah antara Fenna dengan Nadia yang sebenarnya adalah bedak dan hand body lotion. Sekitar sebulan lalu, Fenna memesan produk kecantikan tersebut kepada Nadia, seharga Rp 110.000. Uang sudah dibayar dan produk barang juga diberikan kepada korban.
Permasalahan muncul, karena salah satu produk yang dipesan segelnya terbuka. Fenna pun kecewa, sehingga menghujat dan menjelek-jelekkan Nadia. Karena tersinggung dengan perkataan Fenna, akhirnya Nadia terpancing emosi hingga keduanya terlibat cek-cok mulut.
“Mereka bertengkarnya Kamis malam di rumah Fenna. Namun permasalahan bedak malam itu juga langsung selesai, setelah saya tengahi. Fenna, saya beri uang Rp 100.000 sebagai ganti rugi. Setelah clear dan tidak ada masalah lagi, semuanya pulang, termasuk saya dan Nadia,” jelas Rian.
Baru Jumat, sekitar pukul 11.30, Nadia datang ke rumah Rian dengan mengendarai sepeda motor. Nadia, mengaku kalau dirinya habis terjatuh, setelah ditanya terkait luka di jari tangannya. Bahkan, raut wajah Nadia terlihat tenang dan seperti tidak terjadi apa-apa. Sama sekali tidak gelisah.
“Namun sekitar 30 menit kemudian, datang polisi langsung mengamankan Nadia. Saya tanya ada apa, tetapi tidak dijelaskan. Saya hanya mendapat kabar kalau Nadia datang ke rumah karena baru membunuh Fenna,” ungkapnya. 
Ditanya soal masa depannya dengan Nadia, ia mengaku belum bisa berbicara apapun.
“Saya belum memikirkan soal itu. Yang pasti, hubungan kami sudah berjalan tiga tahun. Sesama orangtua dan keluarga, sudah saling mengerti,” jelas Rian
 
Minta Putus Hubungan
SEMENTARA itu, orangtua Rian mengaku sudah tidak lagi menghendaki anaknya berhubungan lagi dengan Nadia.
“Kemungkinan setelah ini, hubungannya akan putus. Saya minta anak saya untuk berteman biasa saja dengan Nadia,” ujar Sulistiono, ayah Rian.
Alasannya, karena keluarga merasa takut dan trauma. Kendati selama ini Nadia, dikenal sangat baik dan pendiam, namun ternyata memiliki nyali yang besar. Buktinya bisa dengan sadis membunuh temannya sendiri, hanya karena masalah sepele.
“Kalau nanti ketika sudah berkeluarga ada masalah, bagaimana dengan nasib anak saya Rian. Bisa jadi, nanti juga akan mengalami kejadian sadis seperti ini. Ketika Rian atau kami sedang tidur, lalu dia melakukan pembunuhan itu, kami semua bisa apa,” terangnya.
Meski demikian, Sulistiono mengatakan tidak akan memutus hubungan persaudaraan dengan Nadia. Kendati kedepannya nanti sudah tidak berhubungan dengan Rian, tetapi tetap bisa menjadi teman dan saudara. (agp/mar)

Berita Lainnya :