Disidang, Sopir Dump Truk Tak Hadir

MALANG – Masih ingat kecelakaan maut di Jalan Bukit Berbunga Desa Sidomulyo Kota Batu 28 Februari 2017 lalu? Satu unit dump truk nopol N 8529 UH dikendarai M Nuryasin, warga Dresel Oro-Oro Ombo, bertabrakan dengan Yamaha Vega ZR N 6395 LE yang dikendarai Danny Haryanto dan Lilyani, warga Jalan Semeru Sisir Batu.
Akhir tahun 2017, sopir truk Nuryasin, disidang di PN Malang dan menjadi terdakwa dari Kejaksaan Negeri Batu. Sidang sudah berjalan sekali walaupun belum Nuryasin belum bisa hadir. JPU Dita Rahmawati SH, dalam berkas dakwaan 730/Pid.Sus/2017/PN Mlg menyebut Nuryasin lalai.
“Terdakwa mengemudikan kendaraan bermotor yang karena kelalaiannya mengakibatkan kecelakaan lalu lintas yang mengakibatkan orang lain meninggal dunia,” kata Dita.
Awalnya, Nuryasin mengendarai dump truk yang memuat bebatuan itu dari Blitar ke Kota Batu. Dia mengendarai truk menuju desa Sidomulyo.
Dia berniat membeli barang tapi penjual barang ini tutup. Terdakwa bermaksud membawa truk yang dikendarainya mepet ke kiri dan langsung membelok ke kanan. Tapi, dia tak memperhatikan keadaan lalu lintas dari arah berlawanan. Nuryasin juga ngotot memutar balik kendaraan dump truk meski tahu jalanan kurang penerangan.
Selain itu, kondisi jalanan yang basah tidak memungkinkan truk untuk putar balik dalam sekali haluan. Minimal dia butuh dua kali haluan karena jalanan ini tak terlalu lebar. Tapi, saat truk melintang di lajur kanan, Danny dan Lilyani melintas dengan sepeda motor. Karena truk melintang mendadak, Danny mengerem mendadak tapi tak cukup jarak.
Danny dan Lilyani terjatuh di dekat truk saat sepeda motor menabrak bodi kiri pengaman truk. Kedua korban terseret di bawah kolong truk. Nahas, Lilyani meninggal dunia. Dia mengalami pendarahan hidung, mulut dan telinga kiri. Luka memar muncul di sekujur tubuhnya. Paling parah, ada luka terbuka di atas telinga kanan yang diduga menjadi penyebab utama kematiannya.
“Perbuatan terdakwa sebagaimana diatur dan diancam pidana dalam pasal 310 ayat 4 UU RI nomor 22 tahun 2009 tentang lalu lintas dan angkutan jalan,” tambah Dita. Rencananya, Nuryasin menjalani persidangan padan 8 Januari 2018 mendatang.(fin/jon)

Berita Terkait

Berita Lainnya :

loading...