Polisi Tembak Predator Anak Blitar


Malang Post,
Heru Santoso, 33, warga Dusun Kebunrejo RT03 RW01 Desa  Ngembul, Kecamatan  Binangun, Blitar bisa disebut predator anak. Sebab, maling dan tukang cabul ini sasarannya adalah anak di bawah umur yang sedang nongkrong di malam hari.
Dengan berpura-pura menjadi polisi narkoba, tersangka menuduh anak mengedarkan narkoba lalu dipaksa menuruti permintaan seperti menyerahkan barang berharga dan harga diri. Dia tertangkap setelah melakukan aksi pencurian dan pencabulan pada korban AZM, 16.
Warga Kecamatan Kanigoro, Blitar  yang saat itu sedang nongkrong di Bendungan Serut, didatangi tersangka.  Berpura-pura melakukan pemeriksaan, ponsel milik AZM dirampas. Korban yang sudah ketakutan, tidak bisa mengelak ketika ia juga dicabuli Heru Santoso.
Peristiwa ini lantas dilaporkan korban ke orang tuanya. Tentu saja, mendengar cerita anaknya, orang tua AZM melaporkan kejadian itu ke polisi. “Jadi kasus ini terungkap dari keterangan korban dan saksi saksi,” ungkap Kapolres Blitar, AKBP Slamet Waloya.
“Saat penyidik satreskrim melakukan penangkapan tersangka melakukan perlawanan lalu ditembak,” tambahnya dalam gelar perkara kemarin. Slamet menceritakan waktu itu korban bersama kedua teman yang semuanya laki-laki.
Lalu kedua temannya disuruh pergi ke kantor Polsek Kanigoro. Sedang korban dibawa pakai sepeda motor pindah-pindah tempat di daerah Blitar dan Malang dengan alasan dibantu proses hukum tapi nyatanya malah dicabuli.
“Dari pemeriksaan masih ada lagi tiga korban lainnya. Sedang modus operandi yakni menangkap korban kemudian yang bersangkutan mengaku anggota Polri dan menuduh korban adalah pengedar narkoba,” jelas perwira ini.
Dia menjelaskan semua korban menuruti tersangka lantaran takut. Sebab tersangka yang mengaku anggota polisi menuduh korban adalah bandar narkoba. “Namanya anak-anak pasti takut kalau disangka bandar narkoba hendak ditangkap polisi,” tegas Slamet.
“Barang bukti yang kami amankan adalah empat ponsel yang dicuri dari anak-anak ini dan sepeda motor milik tersangka. Pelaku tak hanya beraksi di Blitar, tapi juga di Tulungagung. Di sana  ada tiga korban lagi, tapi hanya kasus pencurian,” tutupnya. (bt/mar/jon)

Berita Terkait

Berita Lainnya :

loading...