Erwin Tidak Pernah Janji Bayar Rp 350 Juta


MALANG - Penerima donor ginjal, Erwin Susilo, 40, warga Jalan Kaliurang, Malang, kemarin menjalani pemeriksaan di unit Tindak Pidana Tertentu (Tipiter) Satreskrim Polres Kota Malang. Dia didampingi tim kuasa hukumnya, Maskur, SH dan Suwito SH.
Erwin menjalani pemeriksaan selama lima jam.  “Sekitar 33 pertanyaan diajukan unit Tipiter yang diajukan kepada klien kami, dan hal ini terkait laporan dari pendonor ginjal kepada pihak Polres Malang Kota,” ungkap Maskur.
Pertanyaan yang diajukan, kata dia, meliputi kronologi pembelian ginjal secara rinci. “Klien kami lancar menjelaskan semua kronologinya, termasuk proses perkenalannya dengan Ita Diana, pendonornya,” katanya.
Intinya, lanjut Maskur, keduanya dikenalkan oleh dokter RSSA Malang. “Klien kami mengakui bahwa dirinya tidak kenal dengan pendonor karena sebelumnya ia adalah pasien di RS Persada Araya,” lanjut Maskur.
Ia juga mengungkapkan bahwa pihak dokter yang mengenalkan juga termasuk salah satu pelaksana operasi di RSSA Malang. Tak hanya itu, Maskur juga mengungkapkan bahwa yang mengatur konsep sesuai standard operasional prosedur tranplantasi ginjal adalah dari tim dokter.
Terkait biaya, advokat itu mengaku, Erwin telah menyerahkan uang senilai Rp 15 juta setiap bulan selama tiga bulan. Ditambah uang BPJS sebesar Rp 5 juta serta uang tali asih dari dirinya kepada Ita sebesar Rp 20 juta.
Tak hanya itu, saat kontrol, Ita  juga diberi uang Rp 500.000. "Jadi klien saya sudah memberikan sebanyak Rp 70 juta. Dia tidak tahu dan tidak pernah menjanjikan pembayaran hingga Rp 350 juta,” tegas Maskur.
Dia mengungkapkan bahwa organ tubuh memang tidak bisa dihargai dengan uang. “Agar tidak menambah masalah sehingga semakin menimbulkan keresahan, kami pastikan nominal Rp. 350 juta itu tidak ada. Bahkan malah akan merugikan klien kami,” pungkasnya. (mg1/mar/jon)

Berita Lainnya :

loading...