Sajam Pembunuhan Donomulyo Ditemukan


MALANG – Polres Malang bekerja cepat dalam melengkapi barang bukti untuk menjerat Nadia Fegi Madona, 18 tahun, tersangka pembunuhan Fenna Selinda Rismawati, 16 tahun. Kasatreskrim Polres Malang, AKP Azi Pratas Guspitu menyebut pihaknya telah mengerahkan personel di TKP Donomulyo untuk mencari barang bukti kunci dalam kasus pembunuhan ini.
“Sore sekitar pukul 14.45 WIB, petugas di lapangan yang melakukan penyisiran, telah menemukan barang bukti sajam,” kata Azi saat dikonfirmasi Malang Post siang kemarin.
Polres Malang memburu barang bukti ini karena sangat penting untuk menjerat Nadia warga Kaliasri, Kalipare sebagai tersangka tunggal pembunuhan terhadap Fenna.
Menurut pengakuan tersangka, pisau ini dibuang di sekitar lokasi kejadian. Pihak Polres Malang yang mendatangi lokasi tempat kejadian perkara, melakukan penyisiran barang bukti sejak penangkapan tersangka. Petugas menyisir area yang menjadi tempat pembunuhan, serta jalur yang digunakan oleh tersangka untuk kabur dari lokasi setelah terpergok saksi mata.
Selain area lokasi pembunuhan di gerbang pantai Ngliyep, petugas menyidik ke lokasi rumah pacar pelaku Rian 27 tahun warga Dusun Sumberpetung Desa Banduarjo Kalipare. Polisi pun menyidik ke Dusun Sumbersih, Desa Kedungsalam Donomulyo.
Polisi memeriksa rumah Fitri, teman dan saudara jauh pelaku, tempat pertama Nadia melarikan diri setelah kejadian pembunuhan. Karena, pelaku berganti baju yang penuh bercak darah di rumah Fitri. Baju yang penuh darah ini juga bisa menjadi barang bukti untuk melengkapi barang bukti.
Selain menemukan pisau, polisi masih menggali keterangan karena terus menguji kebenaran perkataan yang dilontarkan Nadia. Hasil penyidikan sebelumnya, keterangan pelaku tidak sinkron dengan keterangan saksi lain soal senjata yang dipakai untuk membunuh. Nadia berkilah bahwa pisau itu tidak sengaja terbawa dalam jok motor.
Tersangka mengatakan pisau tersebut milik kakeknya, Sukari yang semalam sebelumnya mencari bekicot. Tapi, Sukari yang dikonfrontir oleh penyidik Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA), membantah bahwa pisau tersebut adalah pisau miliknya. Pasalnya, menurut Sukari pisau di rumahnya lengkap dan tidak ada yang hilang.
Begitu juga, dia menyebut tidak masuk akal bagi dirinya untuk menaruh pisau di dalam jok motor. Menurut perwira dengan tiga balok emas di pundaknya itu, tersangka tidak mempersulit penyidikan petugas dan menjawab semua pertanyaan penyidik. “Tersangka kooperatif dalam penyidikan,” tutup Azi.(fin/mar/jon)

Berita Terkait

Berita Lainnya :

loading...