Jasad Bayi Perempuan Mengambang di Kalisari


MALANG – Saat begitu banyak pasangan suami istri yang kesulitan memiliki anak, ada manusia yang tega membuang anugerah dari Tuhan. Siang kemarin, warga sekitar jembatan Kalisari, Desa Mangliawan Kecamatan Pakis, geger dengan penemuan sesosok mayat bayi di pinggir sungai perbatasan Kabupaten-Kota Malang itu.
Kapolsek Pakis AKP Hartono melalui Kanit Reskrim Polsek Pakis, Aiptu Teguh Darmawan menyebut jasad tersebut dilaporkan sekitar pukul 12.40 WIB.
“Saksi yang pertama kali menemukan adalah pencari ikan, warga Blimbing,” kata Teguh kepada wartawan di KM RSSA Malang.
Sekitar pukul 11.00 WIB, Sarmin 55 tahun pencari ikan asal Ngandongan, Kecamatan Blimbing, sedang menjala di daerah perbatasan sungai Kalisari Dusun Krajan Mangliawan Pakis. Tapi, saat menyebar jala, dia melihat ada sosok mayat bayi yang terdampar di antara sampah-sampah yang ada di dekat pintu air.
Melihat hal ini, Sarmin memberitahu Ngateman, 58 tahun, ASN DPUPR Kota Malang yang menjadi penjaga pintu air. Ngateman warga Plaosan Timur Purwodadi Blimbing itu, mengecek lagi lokasi penemuan bayi dan memastikan bahwa memang ada mayat. Dia melapor ke Polsek Pakis.
 “Setelah ditemukan, satu jam kemudian dilaporkan ke polisi,” sambung Teguh.
Usai menerima laporan, Polsek Pakis langsung meluncur ke tempat kejadian, dibarengi dengan tim relawan SAR dan mobil Dinas Kesehatan Kabupaten Malang. Kepolisian memimpin proses evakuasi mayat bayi ke KM RSSA Malang.
Bayi tersebut ditemukan dalam kondisi tubuh menghitam dan dalam kondisi tertelungkup dengan wajah tenggelam di air yang dikelilingi sampah. Tali pusarnya masih terpasang. Masyarakat sekitar yang menyaksikan evakuasi dibikin begidik dan prihatin karena kondisi mengenaskan dari mayat bayi tersebut.
Jasad bayi ini dibawa ke KM untuk diotopsi. Setelah diperiksa tim dokter forensik, diketahui bahwa bayi ini berjenis kelamin perempuan. Selain itu, hasil otopsi dokter, bayi ini mengalami pembusukan daging dengan usia tiga hari. Diprediksi, bayi ini dibuang ke sungai pada 31 Desember, sehari jelang tahun baru 2018.
“Kasus penemuan bayi di wilayah Pakis ini adalah yang pertama tahun 2018. Kondisi mayat, dilihat dari pembusukannya, sudah berusia 3 hari. Hasil penyelidikan sementara, mayat bayi ini dibawa arus air dari wilayah Blimbing Kota Malang,” tutur Teguh.
Terkait siapa orangtua yang membuang bayinya, pihak Polsek Pakis masih melakukan penyelidikan.(fin/jon/mar)

Berita Terkait

Berita Lainnya :