Setahun, Ibu Sekap Tiga Anak Kandung


MALANG – Bagaimana rasanya setahun tidak keluar rumah? Tak mampu melawan dan hanya pasrah. Itulah yang dialami KN, 13, ZS, 11, dan DNZ, 6 yang selama setahun terakhir disekap oleh ibu kandung mereka, Alikah (47).
Beruntung penderitaan mereka berakhir, setelah Polsek Bululawang menggerebek rumah Alikah di Desa Sudimoro RT 14 RW 04 Kecamatan Bululawang. Selama satu tahun ini, tiga anak itu disekap dan dilarang bersekolah. Kapolsek Bululawang, Kompol Supari SPd melalui Kanitreskrim Iptu Ronny Margas SH mengatakan kejadian ini diketahui pemerintah dua minggu lalu.
“Saat rapat koordinasi persiapan tahun baru, Kecamatan Bululawang dan Muspika mendapat laporan bidan Sudimoro, bahwa ada tiga anak di bawah umur yang disekap oleh ibu kandungnya sendiri selama satu tahun,” kata Ronny kepada Malang Post.
M Romli, 52, mantan suami Alikah, warga RT 14 RW 04 Sudimoro, adalah pria yang mengadukan kasus ini kepada bidan Desa Sudimoro. Polisi langsung melakukan penyelidikan dan ternyata laporannya benar.
Rumah yang dihuni oleh Alikah, menjadi tempat penyanderaan tiga anak tersebut. Rumah ini sangat tertutup. Lubang-lubang ventilasi disumpal kain dan terpal serta kardus. Jendela rumah dipalang dengan kayu. Pintu rumah juga dirantai.
Tidak ada sedikitpun cahaya matahari yang bisa masuk ke dalam rumah.  Setelah pemerintah Kecamatan Bululawang berkoordinasi dengan Dinsos, KPAI dan Dinkes Kabupaten Malang, eksekusi penyelamatan tiga anak dilakukan sekitar pukul 11.00.
Polsek Bululawang dan Koramil Bululawang turun dan menggedor pintu rumah tersebut. Seluruh petugas polisi, tentara, dinas dan kecamatan masuk untuk menyelamatkan tiga anak-anak itu. Saat diselamatkan, kondisi anak-anak ini sangat mengenaskan.
Mereka mengalami gangguan kesehatan seperti gatal-gatal.  Tubuh ketiga anak tersebut juga kurus dan mengalami malnutrisi. Menurut informasi, para tetangganya takut terhadap Alikah. “Setelah anak yang berusia 13 tahun lulus MI, mereka semua sudah tidak sekolah lagi dan hanya disekap di dalam rumah,” terang Camat Bululawang, Suroto.
“Mereka dibopong petugas dan dikembalikan kepada pak Romli, ayahnya,” lanjut dia. Sedangkan Alikah yang dimintai keterangan petugas, menjawab dengan melantur dan tidak jelas.
Dia diduga kuat mengalami gangguan jiwa dan dilarikan ke RSJ Lawang dengan pengawalan kepolisian dan ambulans Puskesmas Sudimoro.  Polisi juga menyita barang bukti, seperti kayu palang, gunting, rantai pintu rumah, terpal serta gembok.
“Diduga ibu kandung mereka mengalami sakit jiwa paranoid. Alikah sendiri sudah bercerai dari Romli sejak 2014 karena ketidakcocokan. Saat itu, Romli cerai karena karakter keras Alikah. Tapi, tidak disangka Alikah mengalami gangguan jiwa,” tambahnya. (fin/han)

Berita Lainnya :