Keluarga Alikah Bersyukur


MALANG POST, Pembebasan tiga bersaudara kandung dari penyekapan ibu kandungnya, mendapat dukungan dari keluarga Alikah. Mereka bersyukur dan berterima kasih kepada Muspika Kecamatan Bululawang. Dengan pembebasan itu, KN, ZS, dan DNZ, 6 bisa kembali hidup normal. Mereka juga bisa sekolah lagi.
“Kami sangat berterima kasih sekali. Karena anak-anak bisa sekolah lagi. Selain itu, kami juga akan bisa lebih sering bertemu dengan mereka, tanpa ada rasa takut,” ungkap Malik, adik kandung Alikah.
Malik  datang menemui KN, ZS, dan DNZ bersama dengan Umar (kakak kandung Alikah) serta Mutmaimunah (ibu kandung Alikah). Mereka ingin melihat keponakan serta cucu yang selama setahun ini tidak dapat ditemui. Mutmaimunah, hanya bisa meneteskan air mata ketika melihat kondisi ketiga cucunya tanpa berucap sepata kata.
“Kalau ibu jangan ditanya dulu, nanti malah semakin menangis,” kata Malik, sembari mengatakan ikhlas kalau memang Alikah harus dirawat di RSJ Lawang.
Menurutnya, keluarga mengetahui keanehan pada diri Alikah sejak sekitar 2010 lalu. Keluarga mulai curiga lantaran apa yang disampaikan selalu tidak masuk akal. Namun saat itu keluarga masih bisa berkunjung dan berkomunikasi.
Baru sekitar enam bulan lalu, Alikah sudah tidak mau dan peduli dengan keluarganya. Ia tidak mau dikunjungi ataupun berkunjung. Bahkan, ketika diundang hajatan seribu hari ayahnya, Alikah tidak mau datang. Rumahnya malah ditutup rapat. Semula lubang untuk masuk cahaya ditutup. Ibu kandung serta keluarganya sama sekali tidak boleh masuk. Sekadar untuk menemui cucunya, KN, ZS dan DNZ saja tidak diperbolehkan.
“Kalau ibu berkunjung, katanya malah dituduh mau menjual anaknya kepada orang lain untuk diperkosa,” tuturnya.
Dari pernyataan itulah, akhirnya keluarga sama sekali tidak ada yang datang ke rumah Alikah selama enam bulan terakhir. Ketika mau berkunjung sampai di depan rumah, Alikah langsung marah-marah.
Selama sekitar setahun disekap, Alikah memang memberi makan kepada ketiga anaknya. Setiap hari ia memasak untuk dimakan ketiga anaknya. Ia mendapatkan uang dari hasil menjahit. Karena Alikah selalu menolak ketika dibantu ataupun diberi sesuatu oleh keluarganya.
“Pernah dulu diberi makan, malah makanan yang kami beri langsung dibuang di tanah. Sejak saat itulah, keluarga jarang sekali berkunjung. Sebab ia selalu marah dan kami tidak boleh masuk ke rumahnya,” papar Malik, yang diamini oleh Umar kakaknya.(agp/mp)

Berita Lainnya :