WIL Kandaskan 31 Tahun Pernikahan

 
MALANG - AMEL, 51, warga asli Sitiarjo sungguh makan hati selama menjalani pernikahan dengan Ronald, 52, warga Bandulan Sukun. Ronald enak-enakan memakan gaji Amel yang berkali-kali menjadi TKW di negeri orang. Mirisnya, kali terakhir pulang Mei 2017 lalu, Amel mendapati lemari kamar Ronald, berisi pakaian wanita yang bukan miliknya. Sontak saja Amel mengamuk. Tapi, apa yang didapat wanita lulusan SD tersebut? 
Ronald yang kesehariannya adalah pekerja serabutan malah main tangan. Sontak saja, Amel menyewa pengacara untuk menceraikan suami tak tahu diri tersebut. Berkas perceraiannya, didaftarkan di PN Malang 5 Oktober 2017.
Awalnya, pernikahan yang dijalani Amel mulai 31 Agustus 1986 di hadapan gereja sungguh indah. Kendati Ronald cuma buruh serabutan, Amel yang memberikan cintanya sepenuh hati, tak mempermasalahkan minimnya penghasilan. 
Mereka berdua pindah ke Bandulan untuk memadu cinta dalam pernikahan. Namun, setelah enam tahun menikah, permasalahan mulai muncul. Pada 1992, Amel mengandung anak pertamanya dari Ronald. 
Bukannya senang dan bekerja semakin keras demi si jabang bayi, Ronald malah tak pernah menafkahi Amel. Perabotan sehari-sehari pun dijual oleh Amel untuk mencukupi makan minum. Belum lagi, Ronald gemar berkata kasar pada Amel. 
Dia juga sering keluar rumah tanpa alasan yang jelas. Akibatnya, Amel harus membiayai sendiri kebutuhan persalinan anak pertama. Tahun 1993, Amel memutuskan menjadi TKW, berangkat ke Hongkong dan pulang pada 1996. 
Uang hasil bekerja di Hongkong dikirim kepada Ronald. Tapi, hasil keringat Amel tidak jelas dikemanakan oleh Ronald. Akhirnya, dia berkali-kali ke luar negeri menjadi buruh di negeri orang hanya untuk mencukupi Ronald yang berleha-leha saat menerima kiriman uang. 
Amel melanglang buana ke Malaysia, Hongkong dan Korea. Setelah beberapa tahun mencari uang dari tanah seberang, Amel pulang ke Indonesia, Mei 2017 lalu. Saat sedang bersih-bersih rumah, dia kaget melihat ada banyak baju wanita di almari kamar. 
Dia bertanya kepada Ronald, tapi malah dijawab dengan makian dan pukulan. Tetangga pun sampai melerai. Akhirnya, karena sudah tak kuat, pernikahan yang dibangun 31 tahun, kandas karena wanita idaman lain (WIL). Amel menggugat cerai Ronald di PN Malang. 
“Menyatakan hukum perkawinan antara penggugat dan tergugat yang telah dilangsungkan pada tanggal 31 Agustus 1986, dan tercatat di Kantor Pencatatan Sipil Kabupaten Malang, putus karena perceraian,” ujar ketua majelis hakim Hj Mira Sendangsari SH MH, di PN Malang. (fin/mar)

Berita Terkait

Berita Lainnya :

loading...