Polisi Berangus Jaringan Sabu Dodot


 
MALANG - Peredaran narkoba jenis sabu masih marak di Kabupaten Malang. Nyatanya, polisi berhasil membongkar jaringan narkoba Slamet Widodo alias Dodot, 44, warga Dusun Sonosari, Desa Kebongagung, Pakisaji yang berafiliasi dengan pengedar Kota Malang. 
Awal mula pengungkapan, ketika anggota Satreskoba Polres Malang mendapat keluhan tentang masih banyaknya sabu yang beredar di kecamatan Tirtoyudo.
“Berbekal dari laporan masyarakat itu, kami lakukan penyelidikan,” kata Kasubbag Humas Polres Malang, AKP Farid Fathoni.
Hasilnya, polisi mendapat nama Mustofa, 38, sebagai pengedarnya. Ia diketahui juga sebagai pemakai sabu. Beberapa anggota Satreskoba pun menangkap dia di rumahnya, Dusun Putukrejo, Desa Kepatihan, Tirtoyudo. Di sana, juga disita bong dan sabu.
“Dia mengaku baru saja mendapat kiriman sabu. Dia menyebutkan nama SW (Dodot),” ungkap Farid, sapaannya. Tanpa menunggu lama, Mustofa digiring untuk menunjukkan rumah Dodot. “Saat itu juga rumahnya digerebeg dan berhasil ditangkap,” tambahnya.
Dari rumah Dodot, polisi menyita banyak barang bukti. Mulai beberapa klip sabu, bong, dan berbagai telepon genggam. Di dalam pemeriksaan, lanjut mantan Kapolsek Karangploso ini, Dodot mengaku beberapa kali mendapat pasokan sabu dari temannya asal Kota Malang. 
“Barang dikirim dengan cara diranjau pada satu tempat. Saat ini, kedua tersangka masih dalam pemeriksaan intensif untuk mengungkap jaringan narkobanya,” ujar perwira yang pernah berdinas di Polsek Sumbermanjing Wetan ini.
Kedua tersangka dijerat dengan Pasal 114 (1) sub Pasal 112 (1) Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009.
“Ancaman hukumannya minimal 4 tahun dan maksimal 12 tahun kurungan penjara,” pungkas Farid. (agp/mar)
 

Berita Terkait

Berita Lainnya :