magista scarpe da calcio Sergap Preman Pasar Kromengan


Sergap Preman Pasar Kromengan


 
MALANG - Tiga preman Pasar Kromengan dibekuk anggota reskrim Polsek Kromengan, Rabu (3/1) malam. Mereka baru saja melakukan pengeroyokan terhadap Didik Purwanto, 30, warga Dusun Blado, Desa Karangrejo, Kromengan. Ketiga preman tersebut berasal dari Dusun Sumber Wadang, Desa/Kecamatan Kromengan. Yakni Andy Prasetyo alias Gepor, 25, Indra Purwijanto, 24, serta Andrian Prasetyo, 16. Polisi juga menyita barang bukti pecahan gelas kaca.
“Mereka kami tangkap di rumahnya masing-masing. Penangkapan mereka ini, kurang dari 24 jam setelah korban dan beberapa tetangganya melapor ke kami,” ungkap Kapolsek Kromengan, AKP Okta Panjaitan kepada Malang Post.
Mantan anggota Satuan Intel Polres Malang Kota ini menjelaskan, pengeroyokan itu terjadi Selasa (2/1) malam di depan bengkel motor di Jalan Raya Blodo, Desa Karangrejo, Kromengan. Pukul 21.00, korban saat itu sedang nongkrong.
Dia tidak sendirian, tapi dengan  dua tetangganya yaitu Puji, 50 dan Fikri, 17. Ketika sedang nongkrong itu, ketiga pelaku yang naik satu motor, melintas.
“Mereka baru saja pesta minuman keras di wilayah Peniwen,” terang Okta, panggilannya. 
Saat melintas di depan bengkel, salah satu pelaku berteriak 'hey...'. Kontan korban yang berpikir disapa, menjawab dengan kata yang sama. Ternyata, balasan korban ini justru dianggap menantang berkelahi ketiga tersangka tersebut.
Andy Cs langsung berhenti. Mereka turun dari motor dan menghampiri korban yang sedang duduk-duduk. Tanpa banyak kata, mereka memukuli korban dan kedua tetangganya itu. Puji dan Fikri, memilih melarikan diri ketika diserang.
Sedangkan korban hanya diam, tak melawan ketika dikeroyok. Berbagai hajaran tangan kosong diterimanya. Puncaknya ketika gelas kaca yang ada di sekitar TKP, dipukulkan ke kepala Didik.
“Pengeroyokan itu baru berhenti setelah kepala korban berdarah,” ungkap dia. 
Andy Cs langsung kabur meninggalkan lokasi kejadian. Sementara beberapa tetangga yang berdatangan menolong Didik dan membawanya ke rumah sakit. Setelah mendapat 10 jahitan di kepalanya, ia melapor ke Mapolsek Kromengan. Berdasarkan laporan itulah, akhirnya petugas mencari keberadaan ketiganya dan berhasil menangkapnya. 
“Mereka ini dikenal sebagai preman pasar. Bahkan beberapa kali juga pernah memukul warga. Khusus Andy adalah residivis kasus pencurian,” terangnya.
Dalam pemeriksaan, ketiga tersangka kompak mengaku melakukan pengeroyokan karena terpancing emosi.
“Kami terpengaruh minuman keras. Dengan korban juga tidak ada masalah,” kata Andy, yang dibenarkan kedua tersangka lainnya. (agp/mar)

Berita Terkait

Berita Lainnya :

Copyright © 2018 Malang Pos Cemerlang Goto Top