Hanya Cinta Harta

 
LEBIH baik putus saja sudah hubungan kita. Daripada lama-lama aku mati tersiksa. Kini kusadari cintamu padaku, hartalah semata yang engkau cari. Cinta yang sejati dan ketulusan mu, semuanya itu tiada kau miliki.
Lirik lagu ini berjudul 'Cinta Hitam'. Lagu ini popular dinyanyikan oleh pedangdut kondang, Meggy Z. Kisah dalam lagu tersebut, sangat mirip dengan pengalaman Ronald, 40, pria asal Malang yang menikahi seorang janda muda beranak satu asal Kecamatan Wonosari. 
Sebut saja namanya Amel. Perkenalan Ronald dengan Amel, sebelumnya secara tidak sengaja. Mereka bertemu dalam sebuah acara. Setelah saling kenal, mereka bertukar nomor telepon hingga keduanya kerap berkomunikasi, dan akhirnya menjalin hubungan asmara.
Beberapa bulan berpacaran, akhirnya Ronald memutuskan untuk menikahi Amel. Alasannya, menganggap Amel wanita yang baik. Selain ingin mengangkat derajat Amel, juga ingin merawat anak lelakinya sebagai anak kandungnya sendiri.
"Harapan Ronald, ketika nanti dia sudah tua, anak tirinya itu nanti bisa menjadi sandaran hidupnya. Karena saat tua ingin anaknya yang merawat," ungkap Bambang Suhernowo, SH, pengacara Ronald.
Segala permintaan Amel dan anaknya dituruti. Mulai keinginan yang kecil, hingga dibangunkan rumah megah yang menghabiskan dana ratusan juta. Termasuk segala permintaan mertuanya, juga dipenuhi oleh Ronald.
Namun ternyata, harapan Ronald untuk bisa mendapat kebahagiaan sirna. Cintanya bertolak belakang. Amel ternyata hanya menginginkan harta milik Ronald saja. Keretakan rumah tangga mulai terjadi, ketika anak lelaki Amel mulai berani melawan pada Ronald. 
Segala peringatannya selalu ditentang. Amel sebagai seorang istri, bukannya menuturi anaknya yang salah. Sebaliknya malah membela dan menyalahkan Ronald. Lantaran sudah tidak tahan dengan kehidupan rumah tangganya itulah, akhirnya Ronald menjatuhkan talak. 
Apalagi, ketika menuntut ganti rugi harta benda yang telah dikeluarkan, selalu dipersulit. "Talak perceraian sudah selesai sidang. Pada Jumat (5/1), putusan perceraian sudah diputus di Pengadilan Agama (PA) Kepanjen,” tegas Bambang Suhernowo. (agp/mar)

Berita Terkait

Berita Lainnya :