Bhayangkari Datang, Tiga Anak Alikah Senang


 
MALANG - Perkembangan kondisi psikis tiga bersaudara NK, 13, ZN, 11, dan DNZ, 6, yang menjadi korban penyekapan Alikah, ibu kandungnya sudah mulai membaik. Mereka mulai bisa berinteraksi dengan orang luar. Meskipun hanya orang-orang tertentu saja. Ketiganya terlihat nampak ceria saat Ketua Bhayangkari Cabang Malang, Tika Yade Setiawan Ujung bersama rombongan mengunjunginya. Mereka sudah mulai tertawa dan berkomunikasi, meskipun tidak begitu banyak.
“Saya berusaha mengajak mereka bermain dan berbicara. Terutama yang paling kecil sudah mulai berani bicara. Ketika saya tanya nama dan umurnya, mereka masih sangat ingat. Kami berharap mereka bisa segera kembali sekolah,” terang Tika, panggilannya.
Menurut istri Kapolres Malang ini, saat kunjungan rombongan berusaha komunikasi dengan KN serta adik-adiknya. Ia mengaku sangat prihatin atas kejadian yang dialami mereka.
“Mereka terlihat sangat tertekan, karena mengalami trauma dan depresi. Satu setengah tahun bukan waktu yang singkat untuk bisa cepat melupakan,” paparnya.
Rombongan datang dengan membawa mainan, boneka, buku serta peralatan sekolah.
“Untuk sekolah mereka nantinya, kami akan berkoordinasi dengan Pemkab Malang. Kalau memang mau mereka juga bisa di sekolah yang berada di Yayasan Bhayangkari,” tutur wanita cantik ini.
Sementara itu, Tim Layanan Psikiatri Anak dan Remaja Rumah Sakit Jiwa Lawang, siang kemarin juga mengirim tim untuk melakukan pendampingan kepada tiga korban. Yakni dr. Nindita (psikiater dokter spesialis jiwa), Anggi Ernata (perawat jiwa anak dan remaja), Retno Sartikasari (okupasi terapis) serta Nurul Firdausi (psikolog).
Didampingi Bidan Desa Sudimoro, Bululawang, Ririn Restatiningrum, mereka menemui ketiga korban yang sedang bermain di rumah bibinya, Luluk Mulyati. Mereka melalukan pendampingan. Hasilnya akan dikoordinasikan dengan Puskesmas Bululawang, untuk menentukan langkah kedepannya.
“Hari ini (kemarin) baru pemeriksaan awal. Nanti akan ada pemeriksaan lanjutan bersama tim dan peralatan yang lebih lengkap,” ungkap dr. Nindita.
Ia menambahkan, kondisi ketiga anak-anak sudah cukup bagus dan mau berinteraksi. Mereka sangat komunikatif dengan tim Layanan Psikiatri Anak dan Remaja Rumah Sakit Jiwa Lawang. Artinya tanda pemulihan mereka bertiga akan sangat cepat.
“Kami segera rapatkan hasilnya agar rasa trauma mereka bisa teratasi,” jelasnya.
Ririn yang selalu mendampingi korban mengatakan, bahwa untuk ketiga korban sudah mulai membaik. Anak yang nomor satu dan tiga, sudah mau diajak bicara. Sedangkan anam yang kedua, traumanya masih melekat. (agp/mar/jon)

Berita Lainnya :