Polsek Kepanjen Sergap Pencuri Perhiasan Permata


 
MALANG - Pelaku pencurian perhiasan permata dengan nilai ratusan juta, berhasil diringkus Unit Reskrim Polsek Kepanjen, Kamis (4/1) petang. Tersangkanya adalah Suhari, 46, warga asal Lamongan, yang tinggal tidak tetap di Desa Jatirejoyoso, Kepanjen dan Desa Jatitengah, Sukorejo, Pasuruan.
Ia dibekuk petugas di depan sebuah bengkel di bawaj fly over Lawang. Sebagai barang buktinya, petugas mengamankan beberapa perhiasan permata, diantaranya 160 buah perhiasan permata safir, kalung garnet, cicin emas putih permata ruby hingga  kecubung.
“Tersangka mengaku beraksi mencuri seorang diri. Namun kami masih terus mengembangkan, apakah ada pelaku dan TKP pencurian lain,” ungkap Kanitreskrim Polsek Kepanjen, Iptu Supriyadi.  Pencurian itu dilakukan 8 Desember 2017 lalu. 
Korbannya Hariadi, 36, warga Jalan Adi Santoso, Kelurahan/Kecamatan Kepanjen. Perhiasan dicuri dari dalam kamar rumah korban. Suhari melakukan pencurian itu tengah malam saat  korban sedang terlelap tidur dalam kamar. 
Korban mungkin kelelahan sehingga tidak mendengar suara apapun. Modusnya, tersangka masuk ke dalam rumah dengan melompat pagar. Kemudian menuju ke samping rumah, lalu mencongkel jendela kamar. Tas berisi uang tunai Rp 8,5 juta dan perhiasan oleh korban ditaruh di atas meja dekat jendela kamar. 
Begitu berhasil mencongkel jendela, tersangka langsung meraih tas dan buru-buru untuk kabur. “Kemungkinan aksinya sudah direncanakan. Karena tersangka terlihat mengetahui betul suasana sekitar TKP,” ujarnya.
Korban baru menyadari kalau perhiasannya hilang, pagi harinya ketika bangun tidur. Melihat jendela terbuka dan ada bekas congkelan, akhirnya korban yang yakin telah kemalingan lantas melaporkan ke Polsek Kepanjen. Berdasarkan laporan itulah, polisi lantas menyelidiki.
Terungkapnya aksi pencurian, berawal dari petugas mendapat informasi ada penjualan perhiasan permata. Pelaku menawarkan satu buah cincing berlian, dengan nilai Rp 100 juta. Akhirnya petugas pun melakukan penyamaran dengan berpura-pura sebagai pembeli.
Setelah terpancing, petugas kemudian mengadakan janjian. Agar pelaku tidak curiga, petugas mengatakan akan mengajak ahli permata. Hasilnya, tersangka mau untuk diajak janjian bertemu. Saat itulah, petugas langsung menyergapnya. Namun tersangka sempat memiliki nyali besar dengan berusaha kabur ke jalan raya.
"Kami pun sempat terjadi kejar-kejaran, hingga akhirnya berhasil kami tangkap berkat bantuan dari warga," jelas Supriyadi.
Selanjutnya petugas menggelandang tersangka ke rumah kosnya di Sukorejo, Pasuruan. Di dalam rumah ditemukan banyak permata milik korban.
“Saya baru sekali mencuri dan seorang diri. Saya kepepet, butuh uang,” kata Suhari. (agp/mar/jon)

Berita Terkait

Berita Lainnya :

loading...