Oknum Guru Bacok Pengacara

 
MALANG - Andrias, seorang oknum guru SD Taman Harapan Jalan Aris Munandar Malang, kemarin pagi bertindak nekat. Ia membawa celurit ke halaman depan sekolah itu, lalu membacok Su’ud SH, pengacara dari kantor advokat Dr Solehoddin SH, MH. 
Beruntung, ayunan celurit itu berhasil dielakkan Su’ud. Sementara anggota Polsekta Klojen yang berada di sekitar lokasi, merebut dan mengamankan senjata tajam ini. Meski tidak sampai terkena sabetan, Su’ud melaporkan hal ini ke Mapolsekta Klojen.
“Saya sempat kaget melihat ada yang menodongkan dan mengayunkan celurit ke arah saya. Saya bisa mengelak sebelum senjata tajam itu langsung direbut oleh polisi,” kata Su’ud. Dia didampingi Solehoddin melaporkan guru tersebut karena melakukan pengancaman dengan kekerasan. Peristiwa ini, tetap bersumber dari konflik dualisme Yayasan Taman Harapan. Pengurus lama Asmo Basuki menggugat yayasan pengurus Tjaturono di PTUN dan sampai saat ini masih dalam tahapan replik.
Tapi, akhir tahun 2017, Tjaturono menunjuk Rudi Subandrio sebagai Kepala SD Taman Harapan. Padahal, Kepala SD pengurus lama, masih dijabat Dewi Rendjani. Bahkan, ia  masih berkantor di SD tersebut. Nah kemarin, sekelompok orang yang beberapa diantaranya adalah guru, mencoba memasukkan furnitur meja kursi ke ruangan yang ditempat kepala sekolah. 
Dewi tentu saja kaget. Wanita ini lalu menghubungi Solehoddin untuk meminta bantuan. Ia berharap Solehoddin menjelaskan kepada kelompok orang tersebut, tentang tak boleh ada kebijakan dari kedua pengurus sebelum gugatan PTUN inkrah atau berkekuatan hukum tetap. 
“Saya, Bahrul Ulum dan Su’ud sebagai kuasa hukum yayasan Asmo datang dan menjelaskan tak boleh ada pelaksanaan kebijakan sampai kasusnya inkrah. Lalu, ada oknum guru yang mengambil celurit taman dan membacok pak Su’ud. Ini mengancam profesi lawyer,” papar Solehoddin.
Beruntung, anggota Polsekta Klojen dan anggota Koramil Klojen yang ada di lokasi meredam suasana panas di sekolah itu. Laporan Su’ud, diterima langsung Kanitreskrim Polsekta Klojen, Iptu Gunawan. Dikonfirmasi terpisah, Kapolsekta Klojen, Kompol Andi Yudha Pranata mengaku masih melakukan pendalam peristiwa penyerangan yang dilakukan Andrias kepada Su’ud. 
“Benar hari ini ada laporan, salah satu lawyer merasa terancam dalam proses peleraian konflik dua pengurus yayasan Taman Harapan,” ungkapnya. 
Ia membenarkan laporannya adalah penodongan dengan menunjukkan benda tajam. “Sekarang masih pendalaman seperti apa pengancamannya. Apakah sudah memenuhi unsur pidana atau tidak. Kalau memenuhi ya kita proses, kalau tidak ya kita upayakan mediasi,” tutupnya.
Sementara itu, kuasa hukum Tjaturono, Gunadi Handoko SH, MHum, mengatakan bahwa kliennya tidak ada di lokasi kejadian.
“Saya tidak tahu,” katanya singkat kepada Malang Post dikonfirmasi semalam. (fin/mar/jon)

Berita Lainnya :