Penipuan Online Makin Marak


MALANG – Meski telah banyak memakan korban, namun penipuan online masih saja terus terjadi. Terbukti, Reskrim Polres Makota, dalam waktu seminggu terakhir, telah menerima dua laporan penipuan online. Modus pelaku penipuan adalah memakai teknologi media sosial dengan dalih bisnis ataupun pemberian bonus menggiurkan.
“Kami harap warga masyarakat semakin waspada dan tidak mudah percaya dengan barang yang dijual di media sosial atau pun online, karena kami terima laporan dugaan penipuan online tiap minggu,” kata Kapolres Makota, AKBP Hoirudin Hasibuan.
Dari keterangan yang dihimpun, warga inisial KGF, 46 tahun, warga, Tanjungrejo, tertipu uang sebesar Rp 7 juta dari transaksi pebisnis buah vanili abal-abal.
Pada 25 Juli lalu, KGF tertarik dengan produk buah vanili yang ditawarkan lewat media sosial WhatsApp. Setelah menghubungi kontak tersebut, KGF bertransaksi untuk membeli buah vanili dengan sejumlah uang. Setelah setuju dengan harga yang ditentukan, KGF memakai m-banking dari smartphone nya untuk mentransfer uang secara bertahap pada rekening terduga pelaku penipuan.
Pada 25 Juli, KGF mentransfer Rp 2,5 juta. Lalu, Rp 3 juta ditransfer pada 27 Juli. Tanggal 28 Juli, KGF mentransfer dua kali, masing-masing Rp 1 juta dan Rp 500 ribu. Total, dia mentransfer Rp 7 juta. Namun, barang yang ditunggu-tunggu tak kunjung datang. KGF pun tidak mendapat jawaban pasti dari pelapak yang menjual buah vanili via WhatsApp.
Akhirnya, KGF sadar bahwa dia sudah jadi korban penipuan. Pada 30 Juli lalu, dia melapor ke Polres Makota. Lalu, hal yang serupa juga dialami oleh warga Donomulyo Kabupaten Malang, inisial BS, 29  tahun yang ditelepon orang yang mengaku dari perusahaan taksi online, pada 29 Juli lalu.
BS mendapat telepon yang menyebut bahwa dia sudah mendapat insentif dari perusahaan taksi online tersebut. Tergiur dengan sejumlah uang bonus ini, BS mau-mau saja dipandu menuju ATM. Saat masuk di ATM Mandiri Jalan Tumenggung Suryo Blimbing, BS dipandu untuk mentransfer sejumlah total Rp 9,8 juta agar mendapatkan bonus insentif tersebut.
Sekitar pukul 14.00 WIB, uang sudah ditransfer. Namun, karena bonus insentif ini tak kunjung diterima, BS pun sadar dia hanya jadi mangsa penipu online. Dua jam kemudian, dia langsung datang ke Polres Makota untuk melaporkan dugaan penipuan yang dialaminya. Dua kasus tersebut, ditangani oleh Reskrim Polres Makota.(fin/jon)

Berita Terkait

Berita Lainnya :