magista scarpe da calcio Tangkap Guru Andrias!


Tangkap Guru Andrias!

 


 
MALANG - Peristiwa pembacokan yang dialami advokat Su’ud SH, di halaman sekolah SD Taman Harapan, Jumat (5/1) pagi ditanggapi serius DPC Peradi Malang. Mereka meminta polisi menangkap Andrias Lutfi Susiyanto S.Pd, guru sekolah tersebut. Alasannya, perbuatan warga Perum Cempaka Putih II AS-33A RT07 RW06, Kelurahan Bumiayu, Kedungkandang, Malang tersebut sudah memenuhi unsur pengancaman saat menjalankan profesi dalam penegakan hukum.
Seperti diberitakan sebelumnya, Andrias membawa celurit ke halaman depan sekolah, lalu membacok Su’ud SH, pengacara dari kantor advokat Dr Solehoddin SH, MH.  Beruntung, ayunan celurit itu berhasil dielakkan Su’ud. 
Sementara anggota Polsekta Klojen yang berada di sekitar lokasi, merebut dan mengamankan senjata tajam ini. Peristiwa ini terjadi saat sekelompok orang yang beberapa diantaranya adalah guru, mencoba memasukkan furnitur meja kursi ke ruangan yang ditempati Kepala SD Taman Harapan, Dewi Rendjani. 
Wanita ini lalu menghubungi Solehoddin, kuasa hukumnya untuk meminta bantuan. Ia berharap Solehoddin menjelaskan tentang tak boleh ada kebijakan dari kedua pengurus sebelum gugatan PTUN tentang dualismes Yayasan Taman Harapan inkrah atau berkekuatan hukum tetap
“Kami mendesak kepolisian menuntaskan kasus pidana ini dengan pelaku oknum guru SD tersebut. Ini sudah tindakan premanisme,” tegas Ketua DPC Peradi Malang, Yayan Riyanto SH, MH, kemarin didampingi beberapa pengurus DPC Peradi Malang.  
“Sebagai organisasi advokat, Peradi Malang membela anggotanya. Ketika ada anggota kita, dalam hal ini pak Su’ud, terancam saat menjalankan profesi penegakan hukum, kita tak bisa diam saja. Kami dorong Polres Malang Kota (Makota) untuk menangkap pelakunya,” kata dia.
Informasi yang didapat, Andrias yang kesehariannya guru olahraga, mengayunkan celurit ke arah Su’ud saat terjadi adu mulut di halaman depan SD Taman Harapan.  Celurit itu diambil oleh Andrias dari kebun atau taman yang biasanya dipakai oleh Hariyanto, tukang kebun sekolah.
Sayangnya, hasil pemeriksaan yang dilakukan Polsekta Klojen, perbuatan Andrias hanya dianggap memenuhi Pasal 335 KUHP, yakni perbuatan tidak menyenangkan. Pelaporan ini dituangkan dalam LP/04/I/2018/Res Mlg Kota/Sek Klojen 5 Januari 2018. Menurut Sumardhan SH, yang ikut mendampingi Yayan, unsur perbuatan tidak menyenangkan, tidak tepat diterapkan dalam kasus ini. 
“Karena adanya alat yang dipakai bisa membuat orang lain terbunuh. Harusnya percobaan menghilangkan nyawa,” sambungnya. 
“Untung saja saat itu ada pak polisi yang mengamankan senjata tajam itu, kalau tidak, rekan kami bisa kena dan terluka,” ucap dia.
DPC Peradi Malang sendiri, menurunkan tim advokasi untuk mengawal proses kekerasan terhadap Su’ud. Hal senada diungkapkan Ketua DPC Ikadin Malang Raya, Diddin Syafruddin SH. Ia mengaku sudah bertemu dengan Su’ud dan Solehoddin untuk bertanya soal kasus sini. 
“Kami mengutuk keras, dan akan kita kawal. Ini adalah upaya pembunuhan yang diarahkan ke rekan Su’ud,” kata Diddin.
Dia meminta polisi menahan terlapor yang diduga pelaku. Untuk mengawal kasus ini, Ikadin Malang menurunkan 18 advokat untuk mendampingi Su’ud. Besok, Ikadin berencana meminta audiensi dengan Polsek Klojen terkait situasi kasus ini. Di sisi lain, Solehoddin sebagai saksi juga mendesak ada penetapan tersangka.
“Barang bukti celurit sudah ada, saksi ada, tunggu apa lagi. Memegang sajam saja kena UU Darurat, apalagi sudah diayunkan ke arah advokat kami,” ungkapnya. 
Solehoddin sempat protes tentang penerapan Pasal 335 KUHP dalam laporan polisi itu.
“Sebab menurut saya itu, Pasalnya harus 340 KUHP. Penyidik masih melakukan pendalaman soal ini,” papar Solehoddin.
Di bagian lain, unit reskrim Polsekta Klojen sudah memeriksa saksi dari pihak SD, yakni guru-guru yang beradu mulut dengan Su’ud dan Solehoddin di SD Taman Harapan.
“Tiga orang diperiksa sebagai saksi,” tegas Iptu Gunawan, Kanitreskrim Polsekta Klojen. (fin/mar)

Berita Lainnya :

Copyright © 2018 Malang Pos Cemerlang Goto Top