magista scarpe da calcio Bandit Jalanan Makin Berkibar


Bandit Jalanan Makin Berkibar

 
MALANG - Bandit spesialis pencurian dalam mobil terus merajalela di Kota Malang. Ade Risky, 30, warga Puri Kartika Asri Blok A Malang menjadi korbannya. Dia mengaku, peristiwa itu terjadi Jumat (5/1) siang. Dia meninggalkan uang sebanyak Rp 250 juta di dalam mobil untuk jumatan. 
“Uang ini sebenarnya untuk memulai kafe bersama teman-teman saya. Rencananya mau buka di Jalan Mayjen Pandjaitan,” kata Ade. Uang tersebut, ditaruh di dalam sebuah kresek dan ditempatkan di jok penumpang sebelah kiri. 
Pasalnya, dia baru saja menjalankan transaksi dengan rekan bisnisnya secara tunai di kawasan Jalan Sukarno Hatta, pukul 03.00. Setelah selesai, dia pulang ke kontrakannya di kawasan Kelurahan Dinoyo.
Sekitar pukul 10.00 WIB, uang tersebut masih ada dan aman dalam penguasaan Ade. Usai bangun tidur, dia melanjutkan perjalanan ke rumahnya. Dia juga sempat mendatangi kawasan Bululawang demi membawa makanan bagi istrinya di rumah.
Memasuki kawasan Arjowinangun, dia berhenti di masjid untuk menjalankan salat karena bertepatan dengan jam Jumatan. Dia memarkir mobilnya di depan bengkel yang sudah kosong. Tanpa ada kecurigaan, dia masuk ke masjid dan menjalankan salat Jumat. 
Dia memarkir mobil miliknya di depan bengkel karena tak mau menganggu kendaraan lain yang parkir dekat masjid. Tapi, setelah beribadah, betapa kagetnya Ade melihat kresek di jok kiri raib ketika hendak masuk ke dalam mobil. 
Dia kaget dan kecurigaannya bertambah karena ada bekas pukulan benda tumpul di kaca mobil sebelah kiri. Dia lalu menghubungi keluarganya di rumah, serta melapor ke Polsek Kedungkandang.
Sebelumnya, nasib apes dialami oleh Kholiq Mukhtar, warga Perum Villa Bukit Tidar, karyawan perusahaan leasing di Kota Malang. Saat kendaraan roda empatnya kempes di Jalan Bandung, dua maling datang dan menggondol uang sejumlah Rp 245 juta dalam tas di dalam mobil.
Kejadian ini terjadi Kamis (4/1) pukul 11.00. Pelaku, sejumlah dua orang menaiki motor Honda Megapro berwarna hitam. Kasubbag Humas Polres Malang Kota (Makota), Ipda Ni Made Seruni Marhaeni menyebut uang sebanyak itu awalnya diambil oleh Kholiq dari BCA Rampal Jalan Panglima Sudirman.
“Setelah mengambil uang, korban mengendarai mobilnya ke Jalan Bogor, lalu lewat ke Jalan Bandung dekat SPBU, setelah itu bannya kempes,” kata Heni, sapaan akrabnya kemarin di Polres Makota. Diduga, dua pencuri sudah membidik mobil yang dikendarai Kholiq sejak di BCA Rampal.
Sehingga, dia tidak sadar ban mobilnya sedikit demi sedikit kehilangan tekanan angin dan akhirnya kempes di Jalan Bandung. Padahal, awalnya uang tersebut akan disetor ke BRI. Awalnya, Kholiq sempat mampir ke BRI yang ada di area Rampal. 
Hanya saja, ada kendala teknis yang membuat Kholiq tidak bisa menyetor uang sebanyak itu. Sehingga, dia mencari tempat lain untuk menyetorkan dana. Tapi, begitu melintas di Jalan Bandung mobilnya tiba-tiba kempes. Sehingga, dia berhenti lalu keluar dari mobil dengan maksud mengganti ban mobil. 
Saat pintu mobil terbuka, dua pelaku langsung gerak cepat merebut tas di dalam mobil. Kholiq pun panik bukan kepalang. Secara refleks, dia menaiki mobilnya kembali untuk mengejar dua pelaku. Tapi, karena ban mobilnya sudah terlanjur kempes, pengejaran Kholiq sia-sia. (fin/mar/jon)

Berita Terkait

Berita Lainnya :

Copyright © 2018 Malang Pos Cemerlang Goto Top