Putusan Sela Redam Konflik Yayasan Taman Harapan

 
MALANG - Insiden panas di halaman SD Taman Harapan Malang Jalan Aris Munandar, tak menghentikan langkah kuasa hukum kedua pihak yang bersengketa, untuk melanjutkan sidang. Pengacara yayasan Asmo Basuki Wijaya, Dr Solehoddin SH MH bakal meminta putusan sela kepada hakim PTUN Jakarta pada sidang hari Kamis mendatang.
“Kami akan minta putusan sela, tujuannya untuk meredam situasi yang ada di Kota Malang. Jangan sampai peristiwa yang mencederai hukum seperti percobaan pembacokan terjadi lagi selama sengketa yayasan lama dan baru ini belum selesai,” katanya.
Menurut anggota DPN Peradi tersebut, putusan sela ini akan diajukan saat pihak intervensi yayasan baru Tjaturono yang diwakili Gunadi Handoko SH MHum, memberikan duplik. Dia mengatakan, selama belasan kali persidangan berjalan, hakim PTUN sudah mengingatkan semua pihak agar tak membuat aksi yang mencederai proses hukum.
“Hakim sudah mengingatkan, operasional lembaga pendidikan di bawah yayasan, harus status quo sampai ada putusan. Tiap sidang selalu diingatkan, biarlah sekolah berjalan dulu normal tanpa ada gangguan semacam memasukkan furnitur segala, wong belum inkrah,” sambung Solehoddin.
Terkait kasus yang menimpa rekannya Su’ud SH, Solehoddin sepakat bahwa harus ada tersangka. Yakni, oknum guru bernama Andrias yang melayangkan celurit kebun kepada Su’ud SH saat menjelaskan soal sengketa yang belum inkrah, Jumat lalu. Solehoddin menilai semua bukti, saksi serta laporan dari korban sudah lengkap.
“Saya rasa tak perlu menunggu lagi. Saya mendesak agar memakai pasal yang lebih tepat, yakni percobaan pembunuhan, 340 KUHP,” tambahnya. 
Sementara, kuasa hukum Tjaturono, Gunadi Handoko SH, menyebut kasus insiden di SD Taman Harapan, tak boleh menjadi ‘peluru’ pihak yayasan Asmo karena substansi kedua hal tersebut berbeda.
“Satunya keperdataan satunya pidana kok, ya gak ada hubungannya. Jangan sampai hal yang tidak ada hubungannya dibawa-bawa di hadapan hakim PTUN,” tambah Gunadi, dikonfirmasi sebelumnya. (fin/mar/jon)

Berita Lainnya :