Mahasiswi Tangkap Tiga Penjambret

 
MALANG–Tiga pelaku penjabretan ditangkap korban bersama warga di Jalan Veteran, Minggu (7/1) kemarin. Ketiganya yakni AO, 18 tahun warga Kelurahan Lowokwaru, RPE 17 tahun, warga Kelurahan Banjararum, Singosari dan MR 17 tahun, warga Kelurahan Lowokwaru. Ketiganya ditangkap saat merampas handphone merk Samsung J3 Pro berwarna Gold milik Choirun Nabila, 22 tahun, warga Dusun Kemangsen Selatan, RT 04 RW 02, Desa Kemangsen Kemacatan Balongbendo, Kabupaten Sidoarjo.
Dari data yang dihimpun, Nabila malam itu menunggu rekannya usai kerja kelompok sekitar 02.00 WIB di Taman di kawasan Jalan Veteran. Selang 15 menit kemudian, tiba-tiba AO, RPE dan MR datang dengan berbonceng tiga menggunakan motor Jupiter warna hitam N 3536 AAW dari arah timur ke barat. AO dan RPE turun dari motornya dan mendekati Nabila, sedangkan MR masih tetap duduk di atas jok motor. 
Nabila tidak menaruh curiga terhadap kedua pemuda yang mendekatinya itu. AO dan RPE berpura-pura menanyakan arah warung makan “Ayam Nelongso” yang berada di Jalan Sigura-gura. Tiba-tiba keduanya merampas handphone milik Nabila dan langsung berusaha kabur.
Dengan spontan korban berdiri dan merebut kembali handphonenya. Tarik-menarik pun terjadi antara pelaku dan korban. Bahkan tarik menarik hingga terjadi pelaku yang sudah naik di atas motor. 
“Saya berhasil meraih jaket pria yang duduk paling belakang hingga membuat ia turun dari motornya karena saya juga teriak maling kearah mereka,” ungkap Nabila kepada Malang Post. 
Tanpa diduga MR yang turun dari motornya malah merampas helm milik Nabila. Bahkan pelaku sempat menampar korban hingga tersungkur. Di saat bersamaan, Rachmad Fajar Novianto, 24 tahun warga Jalan Mertojoyo Selatan No 17 B Kelurahan Merjosari, dan Apriyanto Arimas, 23 tahun, warga Sambangrejo RT 01 RW 15 Desa Balun, Kecamatan Cepu, Kabupaten Blora melintas dan mengetahui kejadian tersebut. Keduanya menghentikan motornya tepat di depan motor pelaku yang hendak kabur.
Dengan sigap Apriyanto turun dari motornya dan mencabut kunci motor milik pelaku. Dalam waktu bersamaan lewatnya mobil patroli Polsek Lowokwaru dari Jalan Soekarno Hatta menuju Jalan Veteran. 
AO dan RPE yang mengetahui ada polisi segera membuang handphone hasil rampasannya ke selokan dan helm dilemparkan kearah MR yang saat itu sedang dipegangi oleh Nabila dan Apriyanto.
Rachmad segera pergi memberitahukan kepada polisi yang sedang berpatroli. Sedangkan AO dan RPE yang usai membuang hasil rampasan berniat melarikan diri dengan meninggalkan motornya. Namun AO dan RPE gagal kabur karena banyak warga yang berdatangan dan menangkapnya.
“Saya cabut kunci motornya agar mereka tidak bisa kabur. Lalu saya bantu mbak yang terkena jambret itu dengan memegangi pelaku yang juga sedang dipegangi kakinya oleh mbak-mbak itu,” ungkap Apriyanto. 
“Saya kaget soalnya ada orang teriak maling di jalan raya, jadi saya putuskan untuk berhenti di depan motor pelaku,” imbuh Rachmad. 
Sementara ini kasusnya masih dalam pengembangan.
“Kejadiannya sekitar pukul 02.00 WIB hingga 02.30 WIB Minggu (7/1) dini hari. Penjambretnya masih anak dibawah umur,” ungkap Kapolsek Lowokwaru Kompol Pujiono. 
Pujiono juga mengatakan bahwa pihaknya segera melakukan olah TKP dan mengambil keterangan dari saksi-saksi.
“Yang pasti hal ini sedang kami dalami,” tandasnya. (mg1/jon/mar)

Berita Terkait

Berita Lainnya :

loading...