magista scarpe da calcio Makan, Minum, Rokok, Ikut Istri


Makan, Minum, Rokok, Ikut Istri

 
MALANG – Seorang pria harusnya berjuang keras untuk menafkahi wanita yang dinikahinya, serta anak-anak yang dilahirkannya. Namun, Ronald 48 tahun warga Ngaglik Batu yang dibebani istri Amel 38 tahun dan tiga anak, melupakan kodrat seorang pria berkeluarga. Beberapa tahun belakangan ini, Ronald hanya menjadi beban bagi Amel.
Bagaimana tidak, Ronald dulunya sopir di pertanian, lalu sempat membantu istrinya berjualan camilan di daerah Batu. Tapi, tiga tahun terakhir, Ronald cuma diam di rumah, tak bekerja, menganggur dan makan minum, rokok ikut Amel. 
Tak tahan dengan kemalasan pria yang seharusnya menjadi kepala rumah tangganya, Amel menggugat cerai Ronald di PN Malang. Awalnya, pernikahan mereka pada 1991 atau 26 tahun lalu, berjalan dengan indah. Layaknya kasmaran anak muda, Ronald dan Amel memadu kasih dan melahirkan anak pertamanya.
Karena Ronald masih memiliki penghasilan sebagai sopir, kebutuhan harian masih bisa tercukupi. Amel tidak protes walaupun pekerjaan Ronald hanyalah sopir. Tapi, badai ekonomi selalu saja menumbangkan pernikahan-pernikahan.
Ronald berhenti bekerja dan mencari peluang lain. Namun, dia tidak bisa menemukan pekerjaan yang bisa mencukupi keluarganya. Sehingga dia membantu Amel berjualan camilan. Selama masa pernikahan, badai ekonomi membuat mereka cek-cok.
Tak jarang, pendeta harus menengahi pertengkaran mereka berdua. Berkali-kali, pendeta menasehati keduanya agar menjalin hubungan rumah tangga yang rukun dan saling mencintai. Hanya saja, cinta yang tak disertai tanggungjawab berubah menjadi petaka. Ronald tak juga segera mendapatkan pekerjaan.
Pertengkaran masih sering terjadi sehingga akhirnya setelah memiliki tiga anak, Ronald dan Amel pisah ranjang. Tahun 2014, Amel bahkan menggantikan peran Ronald sebagai kepala keluarga dengan cara menjual camilan di Batu. Tiga tahun berjalan, Amel yang sudah tidak kuat, akhirnya melayangkan gugatan cerai ke PN Malang.
Pada Oktober 2017 lalu surat gugatan tersebut masuk. Namun, Ronald tidak pernah menghadiri sidang walaupun sudah dipanggil hakim ketua majelis PN Malang Nur Kholis SH MH, sebanyak tiga kali.
“Menyatakan tergugat sudah dipanggil secara sah dan patut menurut undang-undang namun tidak hadir atau tidak datang menghadap,” kata Nur Kholis dalam putusan cerai yang diunggah di direktori putusan PN Malang.
Akhirnya, hakim memutuskan pernikahan keduanya putus karena perceraian.
“Mengabulkan gugatan penggugat untuk seluruhnya dengan verstek, menyatakan perkawinan penggugat dan tergugat yang dilaksanakan pada 1991, ptuus karena perceraian dengan segala akibat hukumnya,” tutup hakim.(fin/jon)

Berita Terkait

Berita Lainnya :

Copyright © 2018 Malang Pos Cemerlang Goto Top