Bentuk Polisi RW, Tiap Tiga Bulan Diberi Penghargaan

 
MALANG - Program polisi RW mulai bergulir di Kota Malang. Polres Makota sebagai inisiator mengumpulkan seluruh jajaran Polsek di Kota Malang serta para polisi RW untuk menerima instruksi dan arahan tentang tugas pokok polisi RW. Kapolres Makota, AKBP Asfuri SIK MH menyebut polisi RW bertugas membangun interaksi dengan masyarakat di tingkat RW.
"Polisi RW merupakan upaya sinergitas antara polisi dan masyarakat. Polisi RW yang juga berasal dari elemen masyarakat, menjadi penting untuk membangun interaksi dengan semua elemen dan membantu kepolisian menciptakan suasana kondusif," kata Asfuri di gedung kesenian Gajayana Jalan Nusakambangan, Senin (8/1) pagi.
Polres Makota masih melaksanakan proses pembentukan kepada setiap calon polisi RW. Karena, rencananya program polisi RW ini akan dilaunching pada 16 atau 18 Januari 2018 mendatang. Dalam beberapa hari ke depan, para polisi RW akan menerima pelatihan maupun pembekalan untuk pemantapan tugasnya ke depan. Asfuri menegaskan satu RW akan memiliki satu polisi.
"Tiap RW di Kota Malang bakal memiliki satu polisi yang akan menjadi yang terdepan dalam berinteraksi dengan masyarakat Kota Malang yang sangat plural dan bermacam-macam ini," sambung mantan Kabag Ops Polres Metro Jakpus ini.
Asfuri yang kelahiran Jawa Tengah, juga memberi pengarahan kepada Bhabinkamtibmas yang ikut menghadiri pertemuan dengan para polisi RW. Menurut Asfuri, polisi RW memiliki tugas dan fungsi polisi pada umumnya, yakni intelijen, sabhara, binmas hingga reskrim.
Dengan fungsi tersebut, Polisi RW adalah agen terdepan dalam meredam gejolak di tingkat RT-RW, serta membantu tugas polisi menangkap pelaku kejahatan. Polisi RW juga memiliki fungsi sebagai penyuplai informasi lapangan tentang situasi dan kondisi.
Asfuri melanjutkan, petugas polisi RW tak hanya memiliki kewajiban membantu tugas polisi, namun juga mempunyai kewajiban menjaga netralitas. Asfuri menyadari saat ini Kota Malang sedang menuju bulan pemilihan umum 2018. Dia menegaskan polisi tak boleh bercondong kepada salah satu pasangan calon dan wajib menjaga netralitas layaknya aparat polisi.
"Sebaliknya polisi harus memberikan pengamanan dan rasa nyaman kepada masyarakat yang ikut memeriahkan pesta demokrasi, serta menjaga iklim kondusif saat kampanye, maupun momen pencoblosan. Kalau ditanya oleh para pasangan calon, jawab bahwa polisi itu netral dan tidak memihak kepada siapapun selama masa pemilu," tambah Asfuri.
Polres Makota mempersiapkan pamflet yang berisikan pasal sebagai pemandu polisi RW untuk melaksanakan tugas di lapangan. Mereka yang melanggar tupoksinya sebagai polisi RW akan terkena sanksi dan hukuman. Sebaliknya, polisi RW yang berprestasi akan mendapatkan penghargaan atau reward dari Polres Makota.
Ada beberapa indikator reward bagi polisi RW. Yakni, kerajinan dalam mengunjungi RW tempatnya bertugas, kedisiplinan dalam membuat laporan periodik serta menciptakan inovasi dalam membantu tugas polisi. 
"Tiap tiga bulan Polres Makota akan mengumumkan penghargaan polisi RW berprestasi," ujarnya. 
Selain polisi RW, Asfuri sedang menggodok program polisi masjid untuk menjalin sinergi dengan tempat-tempat ibadah di Kota Malang. Para polisi yang akan ditunjuk adalah mereka yang berpangkat perwira.
Selain melaksanakan ibadah bersama, polisi masjid juga mendapatkan jam untuk tausiyah kepada masyarakat. Tak hanya masjid, perwira polisi yang non muslim pun mendapat tugas yang sama, namun bukan di masjid melainkan di tempat ibadah sesuai agamanya.(fin/jon/mar)

Berita Terkait

Berita Lainnya :