Dua Pembunuh Rolak Dituntut Seumur Hidup

 
MALANG – Kasus pembunuhan Taman Rolak yang pernah mengemparkan Kota Malang segera memasuki babak akhir. Tiga tersangka dewasa Yani Dedi Saputra, 21 tahun warga Kalisari Wonokoyo, M Taufik 19 tahun asal Kalisari Wonokoyo dan M Mas’ud 26 tahun warga Muharto V B, telah mendengar rencana tuntutan (rentut) dari dua jaksa penuntut umum Kejari Malang, yaitu Samsul A Sahubawa dan Wanto Hariyono.
“Pembacaan rentut dari Kejaksaan Tinggi digelar Rabu pekan lalu, dengan hukuman seumur hidup bagi Yani dan M Taufik. Sedangkan, terdakwa yang ditangani pak Wanto yaitu M Mas’ud, didakwa dengan tuntutan penjara 20 tahun,” kata Samsul kepada Malang Post di PN Malang, Senin (8/1) sore.
Yani dan M Taufik dituntut hukuman penjara seumur karena berbagai pertimbangan penting. Pertama, mereka melakukan perbuatan menghilangkan nyawa seseorang. Kedua, perbuatan yang dilakukan oleh Yani dan M Taufik juga terhitung berdarah dingin. Bukti kebiadaban mereka, sudah digambarkan oleh laporan hasil reka ulang kejadian Reskrim Polres Makota.
Serta, hasil otopsi dokter forensik RSSA Malang yang menunjukkan serentetan luka dari tubuh korban, Zainuddin 21 tahun warga Mergosono. Metode pembunuhan para terdakwa terhadap korban sangat sadis. Leher korban sudah hampir terputus saat ditemukan warga di kebun seberang Taman Rolak.
“Perbuatannya tergolong sadis, dan tidak berperikemanusiaan. Yang lebih berat lagi karena itu dilakukan dengan perencanaan sebelumnya,” kata Samsul. 
Dia juga merinci, hukuman seumur hidup yang bakal dijalani para terdakwa setelah putusan adalah selamanya mengerat di penjara hingga maut memanggil. Terkait pengurangan hukuman, Samsul menyebut itu bukan ranah dari kejaksaan.
Dia hanya bertugas sebagai pengacara negara yang melindungi masyarakat serta menegakkan hukum dengan memenjarakan para pelaku kejahatan, terutama pembunuh. Rabu besok, para terdakwa bakal membacakan pledoi atau pembelaan.
“Jadwalnya Rabu adalah pledoi oleh LBH yang ditunjuk negara untuk membela para terdakwa. Setelah pembacaan pledoi, kami dari jaksa akan melihat apa pledoinya. Kalau tidak perlu kita jawab, kita akan tetap pada tuntutan jaksa yakni seumur hidup,” tutup Samsul.
Sebelum bulan Januari 2018 berakhir, vonis hakim akan dijatuhkan kepada para terdakwa.(fin/jon/mar)

Berita Lainnya :

loading...