Chandra Balik Dilaporkan ke Polda Jatim


 
MALANG - Konflik Chandra Hermanto, 69, warga Jalan Sudarno Batu dan Timotius Tonny Hendrawan alias Apeng, 59, warga Jalan Lingkar Blimbing Indah Pandanwangi, memasuki babak lain. Apeng, lewat kuasa hukumnya Sumardhan SH melapor ke Polda Jatim.
Laporannya adlaah dugaan keterangan palsu dalam persidangan. Dalam laporan polisi nomor LPB/07/I/UM/Jatim, Apeng melaporkan Chandra setelah diduga memberi keterangan dalam sidang di PN Malang, Selasa 4 Mei 2016 pukul 14.00. Laporan ini dibuat di Polda Jatim pada Rabu, 3 Januari 2018 lalu.
“Laporan kita diterima Polda Jatim, dan sedang dalam proses lebih lanjut,” kata Mardhan dari kantor advokat Edan Law, kepada wartawan usai sidang di PN Malang, Senin (8/1).
Dugaan pemberian keterangan palsu dalam persidangan, diawali dari kasus yang menjerat Apeng tentang penipuan penggelapan. Chandra melaporkan Apeng ke Polda Jatim pada 18 April 2009. Setelah proses hukum berjalan, Apeng harus menjalani sidang di PN Malang.
Pada sidang 4 Mei 2016, Chandra sebagai saksi korban, memberi keterangan dalam persidangan kepada hakim PN Malang. Dia mengatakan bahwa belum menerima satu sen pun uang Apeng dalam kasus penipuan penggelapan lahan. 
“Tapi, Apeng sudah mentransfer uang sejumlah Rp 3 miliar dengan bukti transfer dari bank CIMB Niaga 2 Februari 2015, dikirim ke rekening terlapor,” kata Mardhan.
Terlapor dianggap sudah memberikan keterangan palsu dalam persidangan PN Malang, sehingga Apeng dirugikan. Yakni, harus diputus bersalah pada 15 Juni 2016, dan dipenjara tiga tahun. Apeng juga melaporkan kerugian materiil sejumlah Rp 3 miliar.
Laporan ini diterima KA Siaga C SPKT Polda Jatim Kompol Sarwo Waskito.Terkait laporan Apeng ke Polda Jatim terhadap terlapor Chandra yang dirujuk ke Polres Batu, penyidik Reskrim sudah dua kali melakukan pemanggilan.
“Namun dua kali juga dia mangkir dari panggilan Polres Batu, yakni tanggal 15 Maret 2017 dan 21 April 2017,” tambah Apeng saat berbicara kepada wartawan.
Sementara itu, persidangan sore kemarin tentang dugaan penipuan penggelapan lahan Solo, agendanya adalah pemeriksaan saksi Hadian. Namun, saksi berhalangan hadir sehingga kesaksiannya dibacakan di hadapan majelis hakim pimpinan Rightmen Situmorang. (fin/mar/jon)

Berita Lainnya :

loading...