Oknum LSM Peras, Todongkan Pistol, Borgol dan Pukul Warga


MALANG – Ulah dua oknum LSM Rahmad Sudibyo 36 tahun serta Warno 49 tahun memang sudah kelewatan. Sudibyo warga Ngempit RT 04 RW 04 Tegalsari Kepanjen dan Warno warga Bantur Timur RT 39 RW 09 desa Bantur Kecamatan Bantur dengan arogan menodongkan pistol, memborgol dan memukul Puji Mustofa Krisdianto 24 tahun warga Wonorejo RT 06 RW 02 Bantur.
Akibat perbuatannya, dua oknum beridentitas Presidium Pusat Reclassering Indonesia, dijebloskan Polsek Bantur ke sel penjara. Dari informasi yang dihimpun, peristiwa ini berawal dari masalah yang terjadi antara korban Puji dengan orang-orang berpakaian LSM Reclassering Indonesia itu, setahun lalu.
Selasa 9 Januari 2018, pukul 09.45 WIB, sebuah mobil Toyota Avanza silver AE 1694 SS melintas di desa Wonorejo. Mobil tersebut, berhenti di depan rumah Puji. Para oknum LSM keluar dari mobil dan menemui korban. Mereka bermaksud meminta uang sebesar Rp 100 juta dari Puji.
Sebab, para oknum LSM ini mengaku memergoki korban melakukan perzinahan di desanya. Sejak itu mereka berupaya melakukan pemerasan dengan imbalan uang. Korban diancam akan dibawa ke Polres Malang bila tak memberikan uang tersebut. Namun, Puji tak pernah menuruti kemauan para oknum LSM tersebut.
Sehingga, Sudibyo dan Warno bersama-sama memegangi dan memborgol korban. Lalu, wajah Puji yang kesehariannya adalah karyawan swasta, dipukul oleh kedua pelaku. Dengan gaya arogan dan sok jagoan, Sudibyo lalu mengeluarkan benda seperti pistol yang ternyata adalah air softgun.
Benda itu ditodongkan kepada korban. Sembari berteriak, Sudibyo mengancam akan menembak korban. Ternyata, kejadian ini sudah diketahui oleh Polsek Bantur yang menerima laporan dari warga. Kanit Reskrim Polsek Bantur Ipda Sigit Hernadi memimpin anggota polisi, membekuk dua pelaku tersebut.
Mereka berdua digelandang ke Polsek Bantur. Semua barang bukti juga disita. Yakni, borgol dan pistol air soft gun. Polisi juga menggeledah semua identitas pelaku. Ditemukan, Sudibyo disebut berpangkat ketua biro usaha dan industri badan peserta umum presidium pusat reclasseering indonesia.
Sementara, Warno mengantongi identitas anggota biro investigasi, monitoring dan intelejen. Kapolsek Bantur, AKP Yatmo menegaskan pihaknya tengah mendalami penyidikan. “Kita telah mengamankan pelaku dan barang bukti, mencatat saksi-saksi yang melihat kejadian, serta mendalami penyidikan tuntas,” kata Yatmo.
Atas kejadian ini, dua pelaku terancam pasal 170 tentang melakukan kekerasan secara bersama-sama terhadap orang, dan terancam hukuman penjara maksimal 7 tahun.(fin)

Berita Lainnya :