Diduga Masih Banyak Korban Oknum LSM

 
MALANG - Kasus pemerasan dan pengeroyokan yang dialami Puji Mustofa Krisdianto, warga Desa Wonorejo, Kecamatan Bantur, langsung diambil alih Polres Malang. Kedua LSM Reclasseering Indonesia (RI), resmi dijadikan tersangka. Mereka dijerat dengan pasal 170 KUHP tentang penganiayaan secara bersama-sama. 
Kedua LSM RI tersebut adalah Rahmad Sudibyo, 36, warga Dusun Ngempit, Desa Tegalsari, Kepanjen. Ia diketahui sebagai Ketua Biro Usaha dan Industri Badan Peserta Umum Presidium Pusat RI. Dan Warno, 49, warga Dusun Bantur Timur, Desa/Kecamatan Bantur. Ia anggota Biro Investigasi, Monitoring dan Intelejen RI. 
"Kasusnya kami ambil alih, supaya penanganan perkaranya lebih maksimal karena melibatkan LSM. Untuk dua orang yang melakukan penganiayaan, sudah kami jadikan tersangka," ungkap Kasatreskrim Polres Malang, AKP Azi Pratas Guspitu. 
Ia mengatakan, kasus pengeroyokan ini masih terus dikembangkan dan dalami. Pasalnya dugaan, masih ada korban pemerasan dan penganiayaan lain yang dilakukan oleh kedua tersangka. Hanya saja sejauh ini, keduanya masih mau belum berterus terang. 
"Kemungkinan ada korban lain, tetapi masih kami dalami. Jika memang ada warga yang merasa menjadi korban pemerasan, silahkan lapor kepada kami," ujarnya. 
Apa ada pelaku lain? Azi mengatakan masih terus dikembangkan."Sejauh ini mereka masih belum mau berterus terang. Tetapi kami tetap dalami apakah ada orang yang menyuruh. Jika memang ada pihak lain yang terlibat, pasti akan ada tersangka baru," tuturnya. 
Untuk senjata air softgun yang dimiliki tersangka, dalam pemeriksaan diakui dibeli dari seseorang di Surabaya. Senjata tersebut selama ini, memang selalu digunakan oleh kedua tersangka untuk bergaya dan menakut-nakuti orang lain. 
Sebagaimana diberitakan sebelumnya, kedua tersangka Rahmad Sudibyo dan Warno, diamankan saat melakukan pemerasan dan penganiayaan terhadap Puji Mustofa Krisdianto. Mereka ditangkap langsung di depan rumah korban oleh Unit Reskrim Polsek Bantur, setelah ada laporan dari warga. 
Keduanya yang mengaku dari LSM RI, mendatangi korban untuk meminta pertanggungjawaban. Mereka meminta uang Rp 100 juta, karena menuduh korban telah melakukan perzinahan di desanya. 
Kedua tersangka memborgol tangan korban, dan mengancam akan membawa korban ke Polres Malang jika tidak mau memberi uang Rp 100 juta. Karena korban menolak, keduanya memukuli dan mengancam akan menembak korban dengan mengeluarkan senjata air softgun.(agp/jon)

Berita Lainnya :