magista scarpe da calcio Pesta Pil Koplo, Enam Pemuda Dicokok


Pesta Pil Koplo, Enam Pemuda Dicokok

 
MALANG – Unit Reskrim Polsek Singosari, menggrebek sebuah rumah di Desa Langlang, Kecamatan Singosari, Rabu malam lalu. Penggrebekan karena rumah tersebut, ditengara menjadi tempat pesta pil koplo jenis dobel L anak-anak muda. Hasilnya enam pemuda yang sedang nge-fly berhasil diamankan.
Dari enam pemuda yang tertangkap tangan sedang mengkonsumsi pil koplo tersebut, dua orang telah dijadikan tersangka. Keduanya diketahui sebagai pengedar pil setan. Sementara empat pemuda lainnya, menjadi saksi karena hanya sebagai pemakai.
Dua pemuda yang dijadikan tersangka adalah Afiando Candra Putra, 17, warga Dusun Klampok Krajan, Desa Klampok, Singosari. Dan Chresna Bayu Jaya saputra, 20, warga Dusun Biru, Desa Gunungrejo, Singosari. Sedangkan empat pemuda yang menjadi saksi, masing-masing berinisial DS, 20, warga Desa Watugede, Singosari, RDS, 18, warga Desa Banjararum, Singosari, AR, 17, warga Desa Klampok, Singosari dan WR, 18, warga Desa Ngenep, Kecamatan Karangploso.
“Dari masing-masing tersangka kami amankan barang bukti yang berbeda. Dari tangan Afiando, kami sita uang Rp 30 ribu serta 91 butir pil koplo. Sedangkan dari tangan Chresna, kami sita uang tunai Rp 100 ribu, sebuah HP serta 990 butir pil koplo jenis dobel L,” terang Kanitreskrim Polsek Singosari, Iptu Supriono.
Menurutnya, penggrebekan pesta pil koplo jenis dobel L tersebut, berawal dari informasi masyarakat. Warga mengeluh karena di wilayah Kecamatan Singosari, marak beredar pil koplo. Peredaran pil setan itu dilakukan oleh seorang pemuda. Warga juga menginformasikan kepada petugas, bahwa di dalam rumah Desa Langlang, Singosari ada sekelompok pemuda yang sedang berkumpul.
Warga mencurigai kalua mereka sedang pesta pil koplo. Berdasarkan informasi tersebut, polisi lantas menindaklanjuti dengan melakukan penyelidikan. Hasilnya memang benar, dalam rumah tersebut keenam pemuda sedang fly setelah pesta pil koplo.
Setelah digrebek dan tertangkap tangan, keenamnya langsung digelandang ke Mapolsek Singosari. Dari hasil penyelidikan, akhirnya dua orang ditetapkan sebagai tersangka. Sedangkan lainnya hanya sebagai saksi saja.
“Pengakuannya, tersangka Afiando ini mendapatkan pil koplo dari tersangka Chresna. Kemudian oleh Alfiando dijual kepada para saksi. Sedangkan tersangka Chresna mengaku mendapat pasokan pil koplo itu dari seorang temannya asal Kediri, yang kini masih kami kembangkan,” jelas mantan KBO Reskrim Polres Malang.
Sementara itu, dalam keterangannya Chresna mengatakan kalau dirinya baru tiga bulan ini menjadi pengedar pil koplo. Selain dijual, sebagian pil koplo juga dijual kepada beberapa orang. 
“Saya menjual kepada Alfiando biasanya per-boks. Satu boks berisi 100 butir. Sedangkan Alfiando kemudian menjualnya per-tik. Satu tik berisi 7 butir dijual seharga Rp 10 ribu,” tutur tersangka Chresna.(agp/mar/jon)

Berita Terkait

Berita Lainnya :

Copyright © 2018 Malang Pos Cemerlang Goto Top