Optimalkan Tim Cyber Patrol, Libatkan 75 Personil

 
MALANG – Atmosfir pilkada terutama Pemilihan Gubernur (Pilgub) Jatim, mudah sekali dimanfaatkan orang tidak bertanggungjawab untuk membuat isu hoax, fitnah dan provokasi. Untuk mengkounter isu-isu tersebut, Polres Malang mengoptimalkan Tim Cyber Patrol untuk memantau seluruh media sosial (medsos). Ada 75 personil yang selalu memantau setiap hari selama 24 jam.
“Tim Cyber Patrol ini, untuk menginventarisir atau menemukan ada tidaknya unsur-unsur yang isinya fitnah atau provokasi pada media sosial atau dunia maya. Karena ketika ini dibiarkan dan tidak dikelola dengan baik, bisa berdampak pada kehidupan nyata,” ungkap Kapolres Malang, AKBP Yade Setiawan Ujung.
Menurutnya, Tim Cyber Patrol ini sudah dibentuk sejak 5 Januari lalu, ketika dimulainya Operasi Mantabpraja. Dimana dalam Operasi Mantabpraja tersebut, beberapa kegiatan kepolisian sudah mulai berjalan. Salah satunya adalah Cyber Patrol yang memantau Medsos dan dunia maya.
Dalam Cyber Patrol ini, Polri memiliki kepentingan mengintervensi medsos, untuk melihat ada tidaknya isu negative atau fitnah. Khususnya berkaitan dengan dimulainya pelaksanaan Pilgub Jatim. Begitu dalam pemantauan ditemukan isu yang bersifat fitnah, hoax ataupun provokasi, maka segera dilakukan counter.
“Contohnya, ketika dalam pemantauan Tim Cyber Patrol ada informasi yang tidak benar, maka kami sampaikan bahwa itu tidak benar. Kalau isinya fitnah, setelah dilakukan penyelidikan dan klarifikasi kebeberapa pihak, maka juga kami sampaikan tidak benar,” jelas Ujung.
Perwira menengah dengan pangkat dua melati ini, mengatakan bahwa Tim Cyber Patrol akan menganilisis semua Medsos. Mulai Instagram (IG), Facebook (FB), Twiter dan media sosial lainnya. Setiap hari, ada 75 personil di jajaran Polres Malang yang memonitoring. 
Begitu menemukan ada informasi yang sifatnya hoax, fitnah dan provokokasi, akan disampaikan kepada supervisor. Yakni Kasatreskrim, Kasat Intelkam serta Kasubag Humas. Setelah mendapat disposisi tidak benar, baru akan ditentukan tindakan atau langkah apa yang baik untuk mengcounter isu tersebut.
Namun sebagai langkah awalnya, Polres Malang akan melakukan preentif dan preventif. Jika menemukan, akan diberi imbauan supaya tidak membuat isu hoax, provokasi dan SARA. Tetapi, jika tidak mau diperingatkan, maka langkah terakhir yang akan ditempuh adalah penegakan hukum. Karena ada Undang-undang ITE dan Undang-undang lainnya, yang bisa memproses hukum serta membuat efek jera.
“Orientasi awal adalah mengingatkan dan memberikan edukasi. Karena ketika satu isu dilempar di Medsos, kemudian tidak ada tanggapan dari pihak berwenang, maka akan menggulir seperti bola salju. Sehingga masyarakat umum akan menganggap bahwa isu tersebut adalah sebuah kebenaran,” terangnya.
Ditambahkannya, Tim Cyber Patrol ini akan melakukan pemantauan mulai pra Pilgub Jatim, saat pelaksaan hingga pasca. Termasuk nanti ketika pelaksanaan Pemilihan Presiden (Pilpres). “Sebetulnya tidak hanya saat Pilgub Jatim, tetapi sebelumnya seperti isu Kamtibmas juga terus kami pantau,” sambungnya.
Sementara itu, monitoring yang dilakukan Tim Cyber Patrol Polres Malang ini, tidak hanya melalui smartphone. Tetapi setiap hari juga dilakukan di Posko Digital Promoter Polres Malang. Ada sekitar 10 personil secara bergantian yang memantau Medsos di ruang ini.(agp/mar/jon)

Berita Terkait

Berita Lainnya :

loading...