Terpengaruh Setan, Heri Badut Ditangkap

 
MALANG - Sekalipun sudah ditahan, namun Heri Purwanto, 57, masih saja mengelak. Pria asal Desa Randuagung, Singosari ini, tidak mengakui telah berbuat asusila terhadap Cinta (nama samaran), balita berusia 7 tahun, yang masih tetangganya. Ia mengatakan kalau dirinya hanya memainkan jari saja. 
“Sumpah, saya tidak menyetubuhinya. Hanya menggunakan jari saja,” ujar tersangka Heri Purwanto, kepada Malang Post.
Senin (8/1) lalu, Heri dilaporkan oleh orangtua Cinta ke Mapolres Malang. Tuduhannya, Heri telah berbuat asusila terhadap anaknya. Informasi yang didapat, korban dicabuli tersangka ketika bermain ke rumahnya.
Modus pencabulan yang dilakukan oleh bapak empat anak ini, dengan menghibur anak-anak berpakaian badut. Heri yang memang kesehariannya bekerja dengan keliling kampung memakai pakaian badut ini, mengumpulkan anak-anak tetangganya. 
Termasuk korban serta adiknya. Ketika korban melihatnya ini, oleh tersangka langsung diajak ke dalam rumahnya. Setelah puas melampiaskan perbuatannya, ia menyuruh korban pulang dan diminta untuk tidak memberitahu kepada siapapun.
Terbongkarnya, ketika ibu korban pulang setelah bekerja. Ia mendapat pengaduan adik Cinta, kalau celana dalam kakaknya berdarah. Ibunya sempat menanyakan namun korban semula tidak mau mengaku. Setelah didesak, akhirnya diceritakan kalau dirinya baru saja dicabuli oleh tersangka.
“Saya saat itu khilaf. Saya terpengaruh setan. Kenapa kok sampai tega melakukan itu, mungkin karena terbawa hawa nafsu saja,” kata Heri.
Tersangka mengakui kalau perbuatannya hanya sekali itu saja. Tidak ada balita lain yang menjadi korban asusilanya. Namun polisi tetap mengembangkan kasusnya, karena dugaan ada balita lain yang menjadi korban kebejatannya.
“Kami masih terus kembangkan, karena informasinya ada dua balita lain yang menjadi korbannya. Tetapi pengakuan tersangka mengatakan hanya satu korban saja,” kata Kasatreskrim Polres Malang, AKP Azi Pratas Guspitu. (agp/mar)

Berita Lainnya :