Nyeberang Lintasan Dihantam KA


MALANG - Mobil Daihatsu Gran Max, B 1444 CUE terguling dan masuk ke dalam sawah setelah ditabrak kereta api (KA) Penataran 431 jurusan Malang – Blitar, Jumat (12/1) siang di perlintasan api tanpa palang pintu Dusun Bunder, Desa Genengan, Pakisaji. Andik Sulianto, 48, pengemudi mobil selamat. Warga Jalan Kalasan Barat, Kecamatan Sanan Wetan, Blitar, hanya mengalami luka ringan. 
“Kondisi pengemudinya masih sadar dan dibawa ke rumah sakit oleh PMI Kabupaten Malang,” ujar Kapolsek Pakisaji, AKP Suyoto.
Peristiwa kecelakaan terjadi pukul 10.45. Berawal dari mobil milik PT Indosari Sarana Pangan Abadi, yang dikemudikan Andik Sulianto berjalan dari barat ke timur. Sebelum melintasi rel KA, pengemudi sempat menengok kanan dan kiri.
Karena pandangannya terbatas, Andik yang mengira kondisinya sepi lantas menyeberang rel KA. Baru separoh badan mobil melintas, dari arah utara ke selatan melaju KA Penataran dengan kecepatan tinggi. Mobil pun langsung dihantam hingga terseret beberapa meter.
Hingga akhirnya mobil itu masuk ke dalam sawah. Warga sekitar yang melihat sempat berteriak histeris. Mereka kemudian mendatangi mobil yang masuk ke dalam sawah. Begitu mengetahui kalau pengemudi mobil selamat, mereka mengeluarkan Andik dari dalam mobil.
“Tubuh korban saat itu, sempat kesulitan dikeluarkan dari dalam mobil. Pasalnya, selain kondisi mobil yang ringsek, juga terbalik hingga menyulitkan proses evakuasi,” tutur Wariadi, warga sekitar yang menjadi saksi.
Heri, warga lainnya menambahkan kalau dirinya sempat melihat mobil itu berjalan lambat, sebelum melintasi rel KA. Dikiranya, mobil itu akan berhenti karena mengetahui ada kereta api yang mau lewat. Namun ternyata dugaannya salah. Mobil terus nyelonong hingga akhirnya ketabrak.
“Untungnya sopir tidak sampai mengalami luka parah. Padahal melihat kondisi mobilnya yang rusak parah,” ucap Heri. Peristiwa kecelakaan di lokasi tersebut, bukan kali pertamanya terjadi. 
Beberapa warga sekitar mengatakan sering terjadi kecelakaan, karena tidak ada palang pintu. Selain itu, di lokasi tersebut tidak ada warga yang berjaga.
“Pengemudi kendaraan saja harus lebih hati-hati karena pandangannya tidak bebas,” tegasnya. (agp/mar)

Berita Terkait

Berita Lainnya :