Terbukti Pungli, Kades Saptorenggo Ditahan

 


 
MALANG - Diam-diam penyidik Satreskrim Polres Malang, menetapkan Kepala Desa Saptorenggo, Pakis, Bambang Roni Hermawan, sebagai tersangka. Bahkan, Kamis (11/1) pria ini langsung dijebloskan ke dalam tahanan. Selama sebulan ini, Bambang hanya sebagai saksi dan wajib lapor. 
Penetapan tersangka terhadap dirinya ini dilakukan setelah semua bukti terpenuhi. Ia terlibat dalam kasus dugaan pungutan liar (pungli). Yakni tentang akta pembagian dua budang tanah waris di Dusun Bugis, Desa Saptorenggo. Barang buktinya adalah uang sebesar Rp 16 juta. Bambang sama-sama meringkuk dalam tahanan bersama Muhammad Zaeni, 50, Kaur Umum Desa Saptorenggo. 
Zaeni sendiri sudah lebih dulu dijadikan tersangka dan ditahan di Mapolres Malang, sejak 14 Desember 2017 lalu.
“Surat penahanan sudah ada. Sudah ditetapkan sebagai tersangka,” ujar salah satu petugas kepada Malang Post.
Kasatreskrim Polres Malang, AKP Azi Pratas Guspitu, dikonfirmasi terkait penahanan Kades Saptorenggo, tidak mengiyakan dan tidak mengelak.
“Tanyakan langsung kepada penyidiknya ,” kata Azi Pratas Guspitu.
Kanit Tipidsus Satreskrim Polres Malang, Iptu Sutiyo, SH, M.Hum, dikonfirmasi membenarkannya. Menurutnya, penetapan tersangka Bambang Roni Hermawan, terbukti dalam pengembangan pemeriksaan kasus pungli tersebut. Alat bukti untuk menjadikannya sebagai tersangka sudah terpenuhi. 
“Sebelumnya memang hanya saksi. Tetapi hasil pengembangan perkara, karena terbukti maka langsung kami jadikan tersangka dan ditahan,” tegas Sutiyo.
Seperti diberitakan sebulan lalu, Kamis (14/12) malam, Tim Saber Pungli Polres Malang melakukan operasi tangkap tangan (OTT), terhadap Muhamad Zaeni. Ketika ditangkap, dia baru saja menerima uang sebesar Rp 16 juta dari Sugeng, warga Dusun Bulurejo, Desa Saptorenggo, Pakis.
Ketika diinterogasi, Zaeni mengaku kalau uang tersebut akan diserahkan kepada Kades Saptorenggo, Bambang. Sebagai biaya administrasi proses pembuatan akta pembagian dua bidang tanah waris. 
Untuk memastikan kebenarannya, pukul 19.15, Zaeni lantas diminta untuk menghubungi Bambang. Hasil percakapan itu, menyatakan bahwa Zaeni memang disuruh oleh Bambang.
Tim Saber Pungli pun bergerak menuju rumah Bambang di Jalan Bugis untuk menangkapnya. Namun dalam perkembangan pemeriksaan, saat itu Bambang dipulangkan dan hanya diwajibkan lapor.
Ia hanya sebagai saksi, sedangkan Muhammad Zaeni dijadikan tersangka. Ketua Tim Saber Pungli Kabupaten Malang, Kompol Decky Hermansyah juga membenarkan penetapan tersangka dan penahanan Bambang. (agp/mar)

Berita Lainnya :