Ibu Pembuang Bayi Resmi Tersangka


MALANG – Women’s Crisis Center (WCC) Dian Mutiara, berkomitmen mempercayai UYR (23 tahun), pelaku pembuangan bayi di Jalan Joyo Tambaksari yang sudah ditetapkan sebagai tersangka. Koordinator WCC Sri Wahyuningsih mengatakan hal ini saat memberi keterangan pada awak media.
“WCC komitmen percaya kepada korban, apakah dia diperkosa satu kali atau dua kali, yang jelas UYR melakukan perlawanan ketika diperkosa,” kata Wahyu sapaan akrabnya.
Meski demikian, saat ditanyai tentang awal pemerkosaan, Wahyu memilih untuk tidak memberi jawaban kepada media. Menurutnya, hal tersebut tidak bisa diutarakan saat ini. Namun, pihaknya tetap mendampingi UYR selama proses hukum berlangsung. Tak hanya memberi pendampingan hukum selama proses penyidikan lanjutan berjalan, pihaknya juga siap mengadvokasi UYR secara psiko sosial selama menjalani proses hukum.
Sementara itu, keterangan berbeda disampaikan oleh Polres Makota. Setelah memastikan UYR, 23 tahun mahasiswi Fakultas Ilmu Administrasi sebuah PTN ini sebagai tersangka pembuangan bayi, Polres Makota membeberkan hasil penyidikan sementara. Kasatreskrim Polres Makota, AKP Ambuka Yudha Hardi Putra mengatakan UYR tidak diperkosa.
Hal ini ditegaskan dan dikonfirmasi oleh Ambuka saat menemui awak media di ruang kerjanya. “UYR tidak diperkosa, tapi atas dasar suka sama suka. Dia melakukan hubungan dengan pacarnya, berinisial EO, dilakukan di Surabaya kurang lebih 9 bulan lalu,” kata Ambuka tegas.
Dia menyebut keterangan tersangka sering berubah. Setelah diperiksa di Polsek Lowokwaru dan mengaku diperkosa, UYR diboyong ke UPPA Polres Makota. Hasil lidik di Lowokwaru, UYR masih mengaku diperkosa. Namun, setelah proses penyidikan di UPPA, tersangka akhirnya mengakui bahwa yang menghamilinya adalah sang pacar.
Hanya saja, setelah tahu UYR berbadan dua, EO yang dimintai pertanggungjawaban tidak mengakui bahwa dia sudah menghamili UYR. Pria ini juga menyangkal bahwa jabang bayi dalam kandungan UYR adalah anaknya. Ambuka masih terus mendalami keterangan dari UYR dalam proses penyidikan.
“Apakah akan memanggil EO sebagai saksi? Mungkin saja, sesuai dengan perkembangan dan pendalaman penyidikan tentunya,” tegas Ambuka. Sementara itu, mantan Kasatresnarkoba Polres Banyuwangi itu menegaskan pasal yang kini dijeratkan kepada UYR adalah 341 KUHP tentang pembuangan bayi oleh ibu kandung.
Pasal 341 KUHP berbunyi, seorang ibu yang karena takut akan ketahuan melahirkan anak pada saat anak dilahirkan atau tidak lama kemudian, dengan sengaja merampas nyawa anaknya, diancam karena membunuh anak sendiri, dengan pidana penjara paling lama tujuh tahun. Saat ini, polisi masih menunggu hasil autopsi jenazah bayi.
“Hasil autopsi belum keluar, apakah bayinya meninggal saat dilahirkan, meninggal setelah dilahirkan, atau malah masih hidup saat dibuang oleh ibunya ke selokan,” kata Ambuka. Contohnya, hasil autopsi yang menentukan tentang penyebab kematian, antara lain paru-paru jenazah. Jika sampai ada air dalam paru-paru dalam jumlah besar, maka bayi dilempar ke dalam selokan dalam keadaan hidup dan mati karena kemasukan air.(fin/han)

Berita Lainnya :