Komplotan Gembos Ban Juga Pelaku Pecah Kaca

 
MALANG – Sepak terjang gerombolan pencuri modus gembos ban dan pecah kaca di Malang berhenti. Tiga tersangka yang didor oleh timsus Reskrim Polres Makota di Solo dan Sragen, sudah diboyong ke Malang. Yakni, M Fauzi  Al Imron 39 tahun warga Jetis III, Lemah Putro Sidoarjo, Endong Abdul Wahab 42 tahun, Wonocolo Taman Sidoarjo dan Agus Bambang Priyatno 56 tahun warga Nglejeng Panggul Trenggalek.
Kapolres Makota, AKBP Asfuri SIK MH, lewat Kasatreskrim AKP Ambuka Yudha Hardi Putra menyebut tiga tersangka ini, merupakan buruan polisi sejak lama. 
“Mereka pernah bertindak kejahatan di Jatim, Jateng, Bali dan Kalimantan. Mereka juga pelaku pencurian uang nasabah di Jalan Bandung dengan modus gembos ban,” kata Ambuka kepada wartawan di ruang kerjanya.
Dia menuturkan, ketiga tersangka yang diberi timah panas oleh polisi karena melawan saat hendak ditangkap, ternyata juga merupakan pelaku pencurian modus pecah kaca mobil. Komplotan ini, mengaku bertanggungjawab atas kejadian beberapa tahun lalu, saat uang Rp 400 juta amblas dari dalam mobil di Jalan Yulius Usman.
“Informasi terbaru dari penyidik, mereka mengaku terlibat juga dalam pencurian modus pecah kaca di Yulius Usman senilai Rp 400 juta,” tambah Ambuka, setelah menerima laporan penyidik Reskrim. 
Terkait modus pencurian yang dilakukan di Malang, satu tersangka awalnya mengintai Kholiq Mukhtar, warga Perum Villa Bukit Tidar, yang mengambil uang di BCA Rampal. Setelah itu, dua tersangka lain, mempersiapkan paku payung untuk disebarkan di jalan yang dilewati oleh mobil yang ditumpangi Kholiq.
Saat melintas di Jalan Bandung, satu tersangka, memanggil Kholiq dan berteriak bahwa ban mobilnya kempes. Upaya ini adalah pengalihan perhatian korban. Begitu Kholiq membuka pintu, pelaku lain yang sudah menguntit dari BCA Rampal, langsung menyerobot dan mengambil tas berisi uang tersebut.
“Mereka tidak segan memakai kekerasan untuk melaksanakan tindak kejahatannya. Karena, saat penangkapan di Solo, mereka juga sebenarnya mau melakukan tindak kejahatan yang sama,” ungkap Ambuka.
Namun, karena sudah disergap polisi, Fauzi yang memakai Yamaha NMax W 4766 NJ dan Endong dan Agus yang berboncengan Honda Tiger Revo hitam plat palsu, berupaya lari. Berondongan peluru mengenai para pelaku. Fauzi terkapar di tengah jalan depan Pasar Legi Solo dengan luka peluru tembus di paha kanan dan lutut kiri.
“Tiga tersangka dibawa kembali ke Malang. Tetapi di perjalanan tepatnya di daerah Purwodadi Pasuruan, tersangka inisial IM tidak menjawab ketika ditanyai penyidik. Sesampainya di Malang langsung di bawa ke RSSA Malang, dan dinyatakan meninggal dunia, diduga karena sakit jantung,” sambung Ambuka.
Menurut pengakuan para pelaku lain, Fauzi adalah otak dari semua aksi kejahatan mereka. Para pelaku, dikenai pasal 363 KUHP tentang pencurian pemberatan berdasarkan laporan polisi kejadian kejahatan di Jalan Bandung satu minggu lalu. Namun, bila ada pengembangan penyidikan terutama perbuatan pencurian berujung kekerasan, polisi bisa menerapkan pasal pencurian dengan kekerasan. 
“Saat ini masih ada satu DPO yang kabur dan masih diburu timsus, tim berprestasi cikal bakal Makota Hunter, gabungan Resmob, Ranmor dan Opsnal serta unit lain,” tutupnya.(fin/mar/jon) 

Berita Terkait

Berita Lainnya :