Kades Saptorenggo Terancam Dipecat

 
MALANG – Jabatan Bambang Roni Hermawan, sebagai Kepala Desa Saptorenggo, Kecamatan Pakis, bakal berakhir. Pemecatannya, setelah terbukti terlibat kasus dugaan pungutan liar (pungli). Hanya prosesnya masih menunggu putusan tetap dari Pengadilan Tipidkor Surabaya.
Pernyataan tersebut disampaikan Kepala Inspektorat Kabupaten Malang, Tridiyah Maestuti, kepada Malang Post kemarin. Ia menegaskan siapapun yang melakukan tindak pidana korupsi, sanksinya adalah diberhentikan dari jabatan atau pecat.
“Untuk delik Tipikor, semua putusan sanksi diberhentikan. Namun pemberhentian tetap, menunggu keputusan pengadilan yang sudah inkrah,” terang Tridiyah Maestuti.
Mantan Kepala Lingkuhan Hidup (LH) ini, mengaku sudah mendapat informasi tentang status Kades Saptorenggo, yang dijadikan tersangka oleh penyidik Reskrim Polres Malang. Bahkan, Bambang, Kamis malam Bambang langsung dijebloskan ke dalam terali besi.
Hanya saja, sampai kemarin informasi yang didapatnya baru sebatas lisan. Inspektorat menunggu surat resmi dari pihak Kepolisian. Begitu menerima surat resmi penahanannya, Inspektorat akan meminta Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) untuk memproses pemberhentian sementara.
“Sekarang ini biarkan proses hukumnya berjalan, sembari kami menunggu surat resminya. Setelah ada surat resmi, baru akan ada pejabat sementara yang ditunjuk untuk menggantikan Bambang. Bisa Sekretaris Desa, ASN dari Kecamatan Pakis atau ASN lain dari Pemkab Malang,” jelasnya.
Terpisah, Ketua Tim Saber Pungli Kabupaten Malang, Kompol Decky Hermansyah, mengatakan bahwa proses penyidikan masih berlanjut. Penyidik juga terus mendalami apakah ada pihak lain yang ikut terlibat. Termasuk adakah warga lain yang pernah menjadi korban Pungli Kades Saptorenggo.
“Sembari mendalami kasusnya, penyidik juga masih melengkapi berkas acara pemeriksaannya. Setelah nanti berkas sudah lengkap, maka akan segera dilimpahkan ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Kepanjen,” tegas Wakapolres Malang ini.
Sekadar diketahui, setelah sebulan menjadi saksi, Kades Saptorenggo, Bambang Roni Hermawan akhirnya ditetapkan sebagai tersangka. Bahkan, Kamis (11/1) malam, langsung dijebloskan ke dalam tahanan.
Penetapan tersangka terhadapnya, setelah semua bukti terpenuhi. Ia terlibat dalam kasus dugaan pungutan liar (pungli).Yakni tentang akta pembagian dua bidang tanah waris di Dusun Bugis, Desa Saptorenggo. 
Barang buktinya adalah uang sebesar Rp 16 juta. Bambang sama-sama meringkuk dalam tahanan bersama Muhammad Zaeni, 50, Kaur Umum Desa Saptorenggo.  Zaeni sendiri sudah lebih dulu dijadikan tersangka dan ditahan di Mapolres Malang, sejak 14 Desember 2017 lalu.(agp/mar/jon)

Berita Lainnya :