Massa Hajar Alumnus Ponpes


MALANG - Maraknya pencurian kendaraan bermotor di Kota Malang, membuat gerah masyarakat. Buntutnya, saat ada pencuri tertangkap, massa pun menghajarnya. Seperti yang dialami Mohammad Taufiqurrohman alias Wafiek, 20, warga Bumiayu, Kedungkandang, Malang.
Siang kemarin, dia menjadi bulan-bulanan massa di depan warung Mie Setan, Jalan Hamid Rusdi Gang VI, Bunulrejo, Malang. Wafiek, panggilannya ketahuan mencuri ponsel Blackberry dari motor yang diparkir. Ia juga diketahui membawa kabur motor Honda Beat, N 2451 AAK.
Gerak gerik mencurigakan pemuda alumnus salah satu pondok pesantren di daerah Bettet Pamekasan itu sebenarnya sudah diketahui sejak pagi oleh salah satu penjaga toko modern yang dekat dengan lokasi kejadian. 
“Sudah terlihat sejak pagi di sana. Mondar mandir cari sasaran. Pertama ambil helm, tapi tidak jadi karena ketahuan pemiliknya,” tutur Mohammad Rusdi, salah satu warga yang ikut mengamankan tersangka kepada Malang Post.  
Dia langsung mengurungkan niatnya. Tak puas karena belum mendapatkan hasil, pukul 11.15, pemuda yang juga berjualan sempol ini kembali lagi ke sana. Kali ini, motor Honda Beat, N 2451 AAK yang sedang parkir di dekat warung Mie Setan diincarnya.
Pemuda asal Desa Palengaan Laok, Kecamatan Palengaan, Kabupaten Pamekasan itu melihat ada sebuah ponsel BlackBerry yang tergeletak di dashboard motor. Ibarat sekali dayung, dua pulau terlampaui, Wafiek mengambil ponsel dan motor Honda Beat, N 2451 AAK. 
Hanya saja, kali ini aksinya langsung ketahuan oleh tukang parkir Mi Setan. Tanpa komando, para tukang parkir langsung berteriak maling. Wafiek yang baru saja memegang motor, tak berkutik ketika dikerumuni warga. 
Apalagi, seberang resto Mi Setan merupakan kompleks asrama TNI. Sehingga, Wafiek langsung tak bisa melarikan diri dari kerumunan warga. Massa yang sudah marah pun menghadiahi Wafiek dengan bogem mentah. 
Warga pun memukuli pemuda yang sering berkeliaran di area motor GOR Ken Arok itu. Sembari melakukan interogasi, warga sesekali melemparkan pukulan ke arah wajah Wafiek. Darah pun mengucur dari mulutnya, meski dia berusaha mengelak.
Dia menganggap hal ini hanya kesalahpahaman. Namun, warga tidak percaya karena kejadian curanmor sudah sering meresahkan masyarakat. Anggota Polsekta Blimbing yang datang ke TKP, mengamankannya untuk menghindari aksi massa.
“Kami amankan tersangka dengan barang bukti satu buah kunci motor Honda Vario, ponsel Blackberry serta STNK aspal atas nama Shumadi Susanto untuk motor L 6893 JO. Saat ini masih diperiksa intensif,” kata Kapolsekta Blimbing, Kompol Slamet Riyadi. (fin/mar)

Berita Terkait

Berita Lainnya :

loading...