Hakim Bebaskan Terdakwa Pembebasan Lahan PT STSA


 
MALANG - Hakim PN Malang membebaskan Nanik Indrawati alias Suparmie, 53, warga Pondok Blimbing Indah Malang dari semua dakwaan. Hakim Isnurul Syamsul Arif, bersama dua hakim anggota, serta panitera, menyatakan Nanik tidak bersalah. Isnurul mengetuk palu bebas Nanik di PN Malang, Senin (15/1) sore
“Menyatakan terdakwa Nanik Indrawati alias Suparmie, tidak bersalah dan memerintahkan Nanik dibebaskan dari segala dakwaan dan mengembalikan hak-haknya,” kata Isnurul.
Seperti diberitakan, Nanik menjadi terdakwa kasus dugaan mark-up pengadaan lahan perumahan PT Sapta Tunggal Surya Abadi (STSA). Ia dituding menggelapkan uang perusahaan hingga miliaran rupiah.
Palu ketuk hakim ini, secara otomatis membuat Nanik menangis. Air mata tak henti-hentinya mengucur di kedua pipinya. Dia langsung menyalami hakim dan JPU di meja sidang. Kuasa hukum Nanik, Gunadi Handoko SH, MHum menyebut bahwa dia sangat menerima keputusan dari hakim.
“Terkait tuntutan jaksa, pasal 374, 378 KUHP, hakim tidak sependapat. Dinyatakan tidak terbukti, maka bebas. Diktum penting, terdakwa harus dilepaskan dari tahanan paska putusan ini. Kami akan buat salinan putusan, lalu ke kejaksaan, untuk keluarkan klien kami dari tahanan,” jelas Gunadi.
Dia juga menyebut keputusan bebas ini adalah bebas murni, bukan putusan lepas atau onslag. Sebab, menurut Gunadi, unsur-unsur kejahatan dalam pasal 374 dan 378 KUHP tidak terbukti dan tidak ada. Menurutnya, tidak ada uang PT STSA yang lari ke rekening terdakwa.
Pihak PT STSA tidak bisa menerima keputusan hakim ini. Direktur PT STSA, Adjie Prayitno menyatakan keterangannya sebagai saksi, dipelintir oleh hakim.
“Saya sangat menyesalkan pembacaan putusan hakim. Pernyataan saya dipelintir oleh hakim,” katanya. 
“Bukan direksi yang menyuruh Nanik membayar uang, tapi Nanik yang mengajukan uang untuk membebaskan lahan tersebut,” tambah Adjie dikonfirmasi terpisah.
Dia menyebut bukan direksi yang memerintahkan Nanik untuk membayar dengan uang pembebasan lahan. Sebaliknya, Nanik yang mengajukan uang kepada perusahaan, dan perusahaan mengabulkan. 
“Saya tidak perintah dia. Nanik yang mengajukan uang dan dipenuhi sesuai permintaannya oleh perusahaan,” tegasnya.
Dia mendukung langkah JPU Suhartono SH mengajukan kasasi ke Mahkamah Agung. (fin/mar)

Berita Lainnya :