28 Siswa Keracunan Jajan Sekolah


MALANG -  Gara-gara mengonsumsi jajanan sekolah yang dibumbui serbuk perasa, 28 siswa SDN 3 Ngabab Kecamatan Pujon, Kabupaten Malang harus dilarikan ke Puskesmas Pujon. Peristiwa yang terjadi (15/1) sekitar pukul 07.30 ini tidak hanya menggegerkan sekolah dan warga Desa Ngabab, namun juga Puskesmas. Sebab Instalasi Gawat Darurat (IGD) dan ruangan rawat inap tidak muat, karena begitu banyak korban.
Hingga akhirnya, petugas puskesmas harus menambah ranjang agar mampu menampung semua siswa yang rawat inap. Diduga, puluhan siswa ini tumbang usai memakan jajanan sekolah yang dijual oleh IS, 40, warga Kecamatan Pujon. 10 siswa masih sangat lemas pasca insiden hingga tetap dirawat di Puskesmas Pujon, sementara 16 anak lain diperbolehkan pulang dan dua anak masih dicari keberadaannya karena dilarikan ke instalasi kesehatan lain.
“Anak-anak ini jajannya sebelum masuk sekolah, kemudian langsung mereka makan. Efek dari memakan itu baru mereka rasakan beberapa saat sebelum upacara bubar, tidak sampai satu jam, dua siswa mengeluh badannya panas, pusing, perut mual dan muntah,” ujar Sri Wahyuni, guru kelas 6.
Menurut Sri, diantara muntahan anak-anak tersebut, dari keterangan para siswa, muntahan tersebut berwarna sama dengan serbuk makanan yang mereka makan sebelumnya. “Ada yang melihat diantara muntahan itu warna merah, apakah itu darah atau yang lain kita tidak tahu,” ujarnya.
Selepas dua siswa muntah, beberapa anak terlihat berlarian dari kelas berebut ke kamar mandi. Mereka merasakan keluhan yang sama dan mengatakan baru saja membeli makanan dari IS.
Alul Trio Alfilla, 10, kelas IV menceritakan ia baru saja membeli tela-tela, jajanan yang terbuat dari singkong, diiris sedemikian rupa hingga terlihat cantik, kemudian diberi serbuk perasa.
Begitu juga Agarta Alif Ernandi, siswa kelas IV yang membeli tela-tela. “Saya beli tela-tela, terus minta dikasih serbuk bumbu rasa balado dan yang pedas,” ujar Agarta.
Reaksi dari makanan tersebut tidak langsung mereka rasakan, semua korban membeli jajanan ini sebelum masuk sekolah. Reaksi baru mereka rasakan saat upacara bendera hari Senin.  “Badan saya panas, terus mual dan kemudian muntah selesai upacara. Badan rasanya lemas,” ujarnya.

Berita Terkait

Berita Lainnya :