Jaksa Hadirkan Notaris


MALANG - Sidang kasus penipuan dan penggelapan yang dialami PT Afara Mandiri Suryatama, masih berlanjut di Pengadilan Negeri Kepanjen. Kemarin Jaksa Penuntut Umum Ari Kuswadi, menghadirkan saksi Suprapto Subowo, SH, Notaris yang beralamatkan di Sengkaling, Kecamatan Dau.
Dalam keterangannya sebagai saksi, Suprapto, menjelaskan soal kronologis terjadinya jual beli lahan antara PT Afara dengan terdakwa Imron Adi Prasetyo, warga Desa/Kecamatan Wonosari. "Mereka (PT Afara dan Imron, red) datang ke kantor saya untuk meminta dibuatkan perjanjian jual beli. Tetapi saat itu, sudah terjadi transaksi," terang Suprapto Subowo.
Karena sudah terjadi transaksi, maka Suprapto bersedia membuatkan asal ada syarat-syarat yang harus dipenuhi. Yakni syarat objektif dan subjektif. Dimana pihak penjual yaitu terdakwa Imron, harus memiliki kompetensi atas objek yang diperjualbelikan.
"Harus memiliki kewenangan. Karena saya tahu, kalau penjual (Imron, red) saat itu bukan pemilik lahan. Makanya saya meminta atas dasar apa menjual lahan. Katanya atas dasar surat kuasa, tetapi ketika saya tanyakan tidak ada," jelasnya.
Kemudian supaya bisa jalan dan perjanjian diproses, Suprapto meminta kepada Imron untuk melengkapi syarat-syaratnya. "Ternyata sampai sekarang tidak bisa melengkapinya," tuturnya.
Menanggapi hal tersebut, terdakwa Imron tidak bisa mengelak. Dia membenarkan apa yang disampaikan oleh saksi Suprapto. Hanya Imron, tetap ngotot kalau dirinya tidak menjual kepada PT Afara, melainkan hanya sekadar memasarkan saja.
Selain itu, Imron juga mengatakan mengapa tidak melengkapi syarat, lantaran tidak mau menggunakan jasa notaris Suprapto. Alasannya, karena pemilik lahan asli, Edi Honata Mulyono, tidak bersedia.
Sekadar diketahui, Imron Adi Prasetyo, menjadi terdakwa penipuan dan penggelapan yang dilaporkan oleh PT Afara. Ia menjual lahan kepada PT Afara, dengan mengklaim lahan milik Edi Honata Mulyono, yang ada di Desa Kendalpayak, Pakisaji. Akibat perbuatan Imron, PT Afara mengaku menderita kerugian sebesar Rp 100 juta, yang sudah diberikan kepada Imron, sebagai tanda jadi.(agp/jon)

Berita Terkait

Berita Lainnya :