Berkas Kades Saptorenggo Segera Dilimpahkan

 
MALANG - Berkas kasus dugaan pungutan liar (Pungli), yang dilakukan Kepala Desa Saptorenggo, Pakis, Bambang Roni Hermawan, terus dikebut. Dalam minggu ini, penyidik Reskrim Polres Malang akan melimpahkan berkas berita acara pemeriksaan (BAP), ke Kejaksaan Negeri Kepanjen. 
Demikian disampaikan Ketua Tim Saber Pungli Kabupaten Malang, Kompol Decky Hermansyah, kemarin kepada Malang Post. “Secepatnya, kalau minggu ini selesai berkasnya akan langsung kami limpahkan Kejari Kepanjen,” ungkapnya. 
Selain berkas perkara milik Kades Saptorenggo, penyidik juga akan melimpahkan berkas perkara milik Kaur Umum Desa Saptorenggo, Muhammad Zaeni. Keduanya sama-sama tertangkap tangan melakukan pungli akta pembagian dua bidang tanah waris di Dusun Bugis, Desa Saptorenggo. 
Berkas perkara yang dilimpahkan nanti, akan diteliti oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU). Waktu untuk meneliti selama 14 hari. Jika ada kekurangan dalam berkas, maka JPU akan segera memberitahu penyidik untuk melengkapinya. 
“Setelah nantinya berkas dinyatakan lengkap atau P21, maka tersangka berikut dengan barang buktinya akan kami limpahkan ke Kejari Kepanjen. Penahanannya nanti, akan menjadi kewenangan Kejaksaan sampai selesai proses sidang,” jelas Wakapolres Malang ini. 
Seperti diberitakan sebelumnya, setelah sebulan hanya menjadi saksi, Kades Saptorenggo, Pakis akhirnya dijadikan tersangka. Bahkan sejak Kamis (11/1) lalu, Bambang Roni Hermawan langsung dijebloskan ke dalam tahanan. 
Penetapan tersangka Kades Saptorenggo ini, setelah semua bukti terpenuhi. Ia terlibat dalam kasus dugaan pungutan liar (Pungli) akta pembagian dua budang tanah waris di Dusun Bugis, Desa Saptorenggo. Barang buktinya adalah uang sebesar Rp 16 juta.
Bambang meringkuk dalam tahanan bersama Muuhammad Zaeni (50), Kaur Umum Desa Saptorenggo. Zaeni sudah lebih dulu dijadikan tersangka dan ditahan di Mapolres Malang sejak 14 Desember 2017 lalu.
Sebelumnya pada Kamis (14/12) malam, Tim Saber Pungli Polres Malang melakukan operasi tangkap tangan (OTT), terhadap Muhamad Zaeni, Kaur Umum Desa Saptorenggo, Pakis. Ketika ditangkap, di rumahnya pukul 19.00, Kaur Umum ini baru saja menerima uang sebesar Rp 16 juta dari Sugeng, warga Dusun Bulurejo, Desa Saptorenggo, Pakis, yang mengurus akta.
Ketika diinterogasi, Zaeni mengaku kalau uang tersebut akan diserahkan kepada Kades Saptorenggo, Bambang. Sebagai biaya administrasi proses pembuatan akta pembagian dua bidang tanah waris. Untuk memastikan kebenarannya, pukul 19.15, Zaeni lantas diminta untuk menghubungi Bambang.
Hasil percakapan itu, menyatakan bahwa Zaeni memang disuruh oleh Bambang. Berdasarkan bukti percakapan, akhirnya pukul 20.40 Tim Saber Pungli bergerak menuju rumah Bambang di Jalan Bugis. Tiba pukul 20.57, dan petugas langsung memperkenalkan diri dari Tim Saber Pungli Polres Malang.
Tim juga menyampaikan kedatangannya terkait dugaan pungutan liar, pengurusan akta pembagian dua bidang tanah waris. Bambang pun tidak mengelak, dan bersikap kooperatif yang selanjutnya pukul 21.00 digelandang ke Polres Malang.
Namun dalam perkembangan pemeriksaan, saat itu Bambang dipulangkan dan hanya diwajibkan lapor. Ia hanya sebagai saksi, sedangkan Muhammad Zaeni dijadikan tersangka. Tetapi setelah sebulan, akhirnya Bambang ikut dijadikan sebagai tersangka dan ditahan. (agp/mar/jon)

Berita Lainnya :