Ririn Baru Diterima Kerja di Bali

 
MALANG - Mimpi Ririn Ida Wiyati merubah hidup di Bali berakhir bersama bus Medali Mas yang mengalami kecelakaan di kawasan Gending, Probolinggo, Jumat (14/7) dini hari kemarin. Wanita 35 tahun yang baru diterima kerja di sebuah hotel di Bali itu meninggal secara tragis. Awalnya Ririn pergi ke Bali untuk mencari kerja pasca bercerai dengan suaminya. Ia lalu balik ke Malang  menumpang bus Medali Mas untuk menjemput anaknya, Dafa, 8 tahun. Selain itu Ririn juga mengantarkan kerabatnya, Lupus Niko Putra P yang baru usai berlibur di Bali.
“Baru kira-kira setahun yang lalu cerai. Ririn katanya sudah dapat kerja di Bali lalu mau balik ke Malang untuk jemput anaknya agar dibawa ke Bali sama dia,” ungkap Supriyanto, Pakde Ririn ditemui Malang Post, kemarin. 
“Di Bali kita ada saudara disana. Anak saya Lupus, kan lagi libur sekolah, besok Senin sudah harus masuk SMP. Ririn ikut liburan sekalian cari-cari kerja dan dapat. Lalu kemarin dia mau pulang sekalian ambil barang sekaligus antar anak saya pulang ke Malang,” sambung  Supriyanto.
Ia menjelaskan, kondisi tubuh Ririn saat dievakuasi sudah sulit dikenali. Pasalnya, bagian kepala ririn luka sangat parah dan lengan bagian kanan putus.  
Supriyanto mendapat kabar kecelakaan sekitar jam 03.00 WIB. “Saya agak aneh saja tiba-tiba terbangun sekitar jam 03.00  subuh. Saya lihat jam di HP lalu mau tidur lagi. Tidak ada setengah jam kemudian, saya di bel anak saya (Lupus) katanya dia habis kecelakaan,” tandas Supriyanto.
Segera setelah mendapat kabar tersebut, teman-teman anaknya berdatangan ke rumah Supriyanto. Sekitar jam 4 pagi, ia bersama keluarga meluncur ke rumah sakit di Probolinggo tempat Ririn dievakuasi dan tempat Lupus menjalani perawatan. 
Ia dengan  cepat mengurus pemulangan jenazah Ririn ke Malang. Sementara keluarga lain menjaga anaknya, Lupus yang masih harus dirawat. “Sekitar jam 09.00 WIB,  jenazah Ririn dimakamkan di pemakaman Omah Kampus,” kata Supriyanto.  
Sementara itu tak ada pilihan lain bagi keluarga untuk memberikan pengertian kepada Dafa bahwa ibunya Ririn Ida Wiyanti,  telah meninggal dunia. 
Mendengar penjelasan dari Heru Cahyono, pamannya, spontan Dafa tidak bisa menghilangkan kesedihan. Ia menangis tersedu, sedih karena ditinggal oleh ibunya. "Sempat menangis saat mendengar ibunya meninggal dunia, namun Alhamdulillah dia kuat," ujar Heru Cahyono kepada Malang Post.
Nunuk Setyowati, Bude yang juga ibu asuh Ririn juga tak bisa menyembunyikan kesedihannya. 
"Ririn sejak kecil tinggal bersama saya, ketika berumah tangga ia tinggal di Lowokwaru, kemudian saat cerai kembali lagi tinggal disini," tutur Nunuk. Ririn sempat bekerja di Batu, kemudian ingin mencari pekerjaan yang lebih baik, ia berangkat ke Bali. (ica/dan/van)

Berita Terkait

Berita Lainnya :

loading...