Tahanan LP Simpan Ganja


 
MALANG – Mochammad Amin alias Achil alias Gempo, 23 tahun, masih belum kapok dengan hukuman penjara 4 tahun karena terbukti mengedarkan dobel L. Warga Kedungkandang itu, kembali dijerat hukum, setelah ketahuan menyimpan ganja di dalam LP Lowokwaru. Jaksa Penuntut Umum Kejari Malang, Suhartono SH mendaftarkan perkara Amin di PN Malang, berkas nomor 19/Pid/Sus/2018/PN Mlg. 
“Terdakwa pada tahun 2017, di kamar nomor 3 blok 11 lapas klas 1A Lowokwaru, tanpa hak melawan hukum menanam, memelihara, memiliki, menyimpan, menguasai atau menyediakan narkotika golongan 1 bentuk tanaman seberat 1,3 gram,” kata Suhartono dalam berkas dakwaan.
Dalam rincian kejadiannya, penangkapan terhadap tahanan LP Lowokwaru yang menyelundupkan ganja ini, berawal dari operasi sipir penjara. Empat sipir lapas menerima informasi bahwa ada penyalahgunaan narkotika jenis ganja yang dilakukan oleh para napi. Berdasarkan informasi ini, empat sipir lalu melakukan razia.
Karena bersifat mendadak, razia ini membuat Amin alias Achil kelabakan. Benar saja, empat sipir menemukan ganja dalam satu klip kecil ketika menggeledah kamar nomor 3 blok 11. Tak hanya daun kanabis, sipir juga menemukan 600 butir tablet putih berlogo Y, dua butir tablet clonazopam, serta lima butir notrazapam.
Semua obat dan narkotika ini, ditemukan oleh sipir di bawah akuarium. Para sipir langsung melaporkan kejadian ini kepada Kalapas Malang. Berdasarkan hasil temuan ini, LP Lowokwaru, melaporkannya ke Satresnarkoba Polres Makota untuk dilakukan proses penyidikan.
Polisi membawa Achil ke Polres Makota untuk disidik. Setelah pemberkasan, Achil alias Gempo digelandang sebagai tahanan Kejari Malang, untuk disidang di PN Malang. Jaksa Suhartono menerapkan pasal narkotika bagi Achil. 
“Perbuatan terdakwa sebagaimana diatur dan diancam pidana pasal 111 ayat 1 UU RI nomor 35 tahun 2009 tentang narkotika,” ungkap Suhartono.
Achil sendiri, adalah tahanan LP Lowokwaru karena kasus penyalahgunaan obat dobel L dengan jumlah 46 ribu butir. Dia dikenai pasal UU Kesehatan dan divonis penjara 4 tahun, pada tahun 2015 lalu.(fin/jon)

Berita Terkait

Berita Lainnya :

loading...